Vonny: Surabaya Harus Jadi Barometer Rock

Vonny: Surabaya Harus Jadi Barometer Rock

Surabaya barometer musik rock Indonesia? Itu dulu. Sekarang, ada yang bilang, Surabaya nyaris tak ada apa-apanya. Kalah jauh dibandingkan Bandung dan juga Malang, misalnya.

Toh kondisi ini tak menyurutkan musisi rock di Surabaya tetap eksis. Ajang konser alias manggung menjadi satu sarana menjaga nafas musik rock di Surabaya.

Soal gelaran musik rock di Surabaya akhir-akhir, tak bisa mengabaikan nama Vonny Sudwi Henny Rahayu. Wanita asli Surabaya yang akrab dipanggil Mbak Vonny ini sering menggelar event-event musik rock di Surabaya.

Event organizer ini kerap dengan ikhlas menguras kocek pribadinya. Misalnya saat mengadakan Musik Underground di Monkasel tahun 2015 lalu dia menghabiskan duit pribadi Rp 25 juta. Toh Vonny tak kapok.

Ibu tiga anak ini dikalangan musisi Surabaya begitu familier dan terbuka. Jiwa seninya yang membuat Vonny gemes dengan kondisi musik rock di Surabaya. “Saya ingin mengembalikan Surabaya sebagai baromoternya musik rock di Inonesia. Saya optimis bisa koq,” ujar Vonny, Jumat (27/5).

Langkah yang dilakukan untuk mewujudkan harapannya itu tentu saja sering menggelar event musik rock. Terakhir pada Sabtu (28/5) di Taman Remaja Surabaya (TRS) Jl Kusumabangsa Surabaya, lewat Persatuan Musisi Artis Surabaya (PAM’S) bekerjsama dengan ‘Arus Bawah Bersatu”, bikin event ‘Music for Peace’.

Bersama pengelola TRS, Vonny dan rekan-rekannya menampilkan 11 band rock untuk beraksi mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB. “Terimakasih pada TRS dan PAMS’s serta komunitas Arus Bawah Bersatu. Saya hanya kebagian menyiapkan musisinya saja koq,” ujar mantan manajer band Andromedha ini merendah.

11 band yang bakal tampil itu adalah Black Guns, Disconnect, Kozovo, Mr Unyil, Angel of Darkness, Arwah Metal (Pandaan), White Angel, Destroyer, Teraz, Umbo Rampe (Mojokerto) dan Black Crow.

Musik rock menurut anak keempat dari 7 bersaudara ini memiliki berbagai macam genre alias aliran. Kadang perbedaan genre ini yang membuat musisi sulit untuk hidup guyub dan rukun. Padahal jika bersatu potensi Surabaya menurutnya luar biasa.

Lewat pendekatan personal, Vonny bisa mengajak musisi rock naik panggung. Sebagian group band hanya dibayar uang transport semata. Tapi terkadang malah bersedia tampil secara gratis. Karena mereka begitu bersemangat ingin bermain.

“Selama ini tidak ada yang memberi fasilitas dan kesempatan untuk tampil. Dulu di Balai Pemuda rutin bikin acara rock tapi ganti pejabat ganti kebijakan hehehe,” katanya.

Bagi Vonny, bisa membantu musisi naik panggung sudah merupakan kebahagiaan. “Seneng banget lihat anak-anak perform di atas panggung. Daripada lari ke hal-hal negatif seperti narkoba kan,” jelasnya. (sak)

Bagikan artikel ini