Waspadai Cuaca Ekstrem di Jatim

Waspadai Cuaca Ekstrem di Jatim

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur memperingatkan kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem ketika peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang saat ini sedang melanda Indonesia. Menurut Kepala BMKG Juanda, Agus Wahyu, saat ini memang sedang berlangsung peralihan dari musim panas ke musim penghujan.

“Ada kecenderungan kalau peralihan musim seperti ini akan terjadi angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur,” ujar Agus seperti dikutip Kominfo Jatim di Surabaya, Rabu (15/11).

Pihak BMKG Juanda sendiri terus melaporkan pemantauan perubahan cuaca tersebut terhadap pihak-pihak terkait, misalnya saja pada pemangku kepentingan di Bandara Internasional Juanda, Surabaya. “Sebab, salah satu fungsi dari BMKG Juanda adalah untuk memberikan informasi terkini terkait dengan cuaca untuk penerbangan di lingkungan Bandara Internasional Juanda ini,” beber Agus.

Lebih lanjut Agus memaparkan bahwa informasi tentang kondisi cuaca ini sangat penting bagi dunia penerbangan, pasalnya penerbangan memang berhubungan langsung dengan kondisi cuaca. “Termasuk juga terkait dengan beroperasinya bandara ini salah satunya juga dipengaruhi adanya perubahan cuaca di wilayah setempat,” kata Agus.

Saat ini juga terjadi hujan di beberapa wilayah yang ada di Jawa Timur dengan intensitas bervariasi dibarengi angin kencang. Beberapa daerah yang dimaksud adalah Bangkalan, Batu, Ngawi, Bojonegoro, Bondowoso, Jombang, Magetan, Nganjuk, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Kota Malang, Kota dan Kabupaten Madiun, Gresik, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Probolinggo.

Daerah pesisir seperti di Perairan Selatan Jawa Timur juga diperingatkan untuk mewaspadai ketinggian gelombang laut yang bisa mencapai 2,5 meter. Sedangkan wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur, ketinggian ombaknya bisa mencapai 3 meter. Kondisi semacam ini dipicu oleh sirkulasi Siklonik di sejumlah lokasi, seperti di Teluk Thailand di (Lapisan 925/800 hPa), di Laut Sulawesi (Lapisan 925/850 hPa), dan di Laut Banda (Lapisan 925/800 hPa). Peringatan ini berlak mulai 13-15 November 2017.

“Hal ini membuat masyarakat lebih waspada saat menghadapi peralihan musim seperti yang terjadi sekarang ini supaya bisa bersiap-siap atas segala kemungkinan yang ada,” tandas Agus. (ist)

Bagikan artikel ini