Pertahankan dan Kembangkan Wayang

Pertahankan dan Kembangkan Wayang

Kesenian wayang kulit dan seni pertunjukan tradisional lainnya di Jawa Timur harus tetap eksis berkembang dan dikembangkan serta diharapkan menjadi tuan didaerahnya sendiri.

Semikian disampaikan Ketua DPRD Jawa Timur, A Halim Iskandar saat membuka pagelaran seni pertunjukan Wayang Kulit Semalam Suntuk dengan dalang Ki Soenaryo dalam rangka Hari Jadi ke 72 Pemprov Jawa Timur di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur (TBJ) di Surabaya , Sabtu (14/10) malam. “Pagelaran wayang kulit ini adalah juga sebagai penguatan budaya lokal masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya.

Halim seperti dirilis Kominfo Jatim mengatakan tiga tahun yang lalu DPRD Jawa Timur telah melaksanakan pentas budaya Jawa Timur keliling di 11 titik daerah pemilihan (Dapil) untuk melakukan pentas seni budaya mulai dari wayang, reog, jaranan, seni hadrah dan kesenian lainnya sesuai dengan kearifan lokal daerah tersebut.

Filosofi yang diinginkan Jawa Timur akan terus mengangkat budaya tradisional masyarakat Jawa Timur dan sekaligus mengembangkan. Respon para seniman Jawa Timur dengan adanya kegiatan tersebut sangat baik.

Para seniman dan seniwati juga menginginkan DPRD dan Pemprov Jawa Timur mengadakan pagelaran tersebut secara periodik setiap tahun.

Sementara perkembangan kesenian wayang kulit di Jawa Timur khususnya di daerah Mataraman perkembangannya sangat luar biasa dengan munculnya dalang dalang muda yang bangus bagus baik dalam iringan perangkat gamelannya, ketrampilan dalangnya dalam pertunjukan tersebut serta ditunjang dengan seniman seniman muda berbakat dan berwawasan luas.

Memang, pemerintah Jawa Timur terus berupaya agar seni seni tradisional dan budaya lokal bisa menjadi tuan diderahnya sendiri. Pemprov Jawa Timur diharapkan jika ada kegiatan kesenian tidak mendatangkan dari dari daerah lain dan memanfaatkan seni budaya lokal yang ada di Jawa Timur.

Dengan kegiatan ini akan bisa menggairahkan pertumbuhan dan perkembangan seni pertunjukan di Jawa Timur. Memang ada beberapa kegiatan pagelaran wayang kulit dengan mendatangkan dalang dari Jawa Tengah seperti Ki Anom Suroto, Ki Manteb Sudarsono dan Ki Entus S, adalah hanya untuk memotivasi dan kalau memang itu seniman dari luar harus tetap mengikutsertakan seniman Jawa Timur.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang KI Soenaryo di TBJ mengambil cerita Wahyu Titah Pinunjul (WTP) dengan bintang tamu Kirun dan Marwoto dari Yogyakarta. (ist)

Bagikan artikel ini