30 Fotografer Bawah Laut Dunia Buru Keindahan Teluk Maumere, Sikka NTT
JALAN-JALAN PERISTIWA

30 Fotografer Bawah Laut Dunia Buru Keindahan Teluk Maumere, Sikka NTT

Sebanyak 30 fotografer dunia ikut ambil bagian dalam Lomba Foto Bawah Laut pada Festival Teluk Maumere. Kegiatan ini digelar Pemda Kabupaten Sikka NTT, pada 17-21 Agustus 2016 sebagai salah satu upaya mengembangkan sektor pariwisata di sana.

Maumere adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sikka NTT. Pernah diguncang tsunami pada 1992 dan menewaskan 900 orang, tidak lantas membuat Maumere kehilangan pamornya sebagai salah satu surga di Indonesia.

Sebagai satu-satunya kota terkecil yang pernah dikunjungi Sri Paus Yohanes Paulus II pada 1989, Maumere menjadi pintu gerbang ke wilayah timur kepulauan dengan beberapa hasil alam yang berhasil diekspor berupa kopra, pisang, kemiri, dan kakao. Selain itu, usaha kerajinan tangan yang mendunia adalah kain tenun ikat beragam motif.

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, mengungkapkan rangkaian kegiatan Festival Teluk Maumere ini diharapkan akan mampu menunjukkan pada masyarakat nasional maupun internasional, bahwa Teluk Maumere sudah pulih pasca tsunami 1992.

“Pada Festival Teluk Maumere ini, akan ada kegiatan Lomba Foto Bawah Laut, yang diikuti oleh 30 fotografer bawah laut internasional dan Foto Rally Konservasi Bahari,” kata Yoseph.

Menurutnya, peserta akan dibatasi maksimal 100 orang. Hingga saat ini, kata Yoseph, peserta yang terlibat berasal dari Amerika, Brazil, Peru, Belanda, Prancis, Hongkong, Singapura, Malaysia, dan Jepang.

“Untuk jurinya, kami menghadirkan Jason Ashley dari Inggris, Tobias Frederick dari Jerman dan Arief Yudho Wibowo dari Indonesia,” ungkap Yoseph.

Ia menambahkan, selain dua acara itu, akan digelar pula pesta rakyat. Kadisbudpar Kabupaten Sikka, Kensius Didimus, mengungkapkan bahwa sejak Bupati Yoseph menjabat, upaya pengembangan pariwisata terus digalakkan.

“Kecenderungan peningkatan wisatawan yang datang ke Maumere sejak 2012 terus meningkat. Kami menargetkan pada rencana induk pariwisata, pada 2020, kami ada di level 126 ribu pengunjung, dan di 2030 kami bisa mencapai 300 ribu pengunjung,” ucap Kensius.

Direncanakan, acara Festival Teluk Maumere akan menjadi agenda tahunan, sehingga bisa menjadi alternatif kunjungan wisatawan secara rutin.

Pada 1989, sebuah lomba foto berhasil membuat dunia mengenal keindahan Taman bawah laut Maumere. Namun setelah musibah gempa, tak banyak usaha wisata selam yang mampu bertahan di Maumere.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara peresmian dan rangkaian kegiatan Festival Teluk Maumere ini, dapat menghubungi Bapak Sirilus (08113838343) selaku panitia dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka atau Ibu Jilmi (081315253867) selaku pihak pelaksana kegiatan lomba foto. Juga langsung email ke uwpcmaumere@gmail.com atau kunjungi website resminya di www.maumerebayfest.com. (sak)