Pelajar Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang
KOMUNITAS PERISTIWA

Pelajar Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang

Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71, Komando RI Kawasan Timur (Koarmatim) memfasilitasi ratusan pelajar santri wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik serta perwakilan siswa sekolah negeri dan swasta se-Jawa Timur Nyantri Kebangsaan di Kapal Perang.

Kegiatan yang dimotori Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) ini selama tiga hari, 15-17 17 Agustus di KRI Surabaya 591.

Dalam kegiatan bertema ‘Pelajar Berkarakter dan Berbudaya untuk Masa Depan Integrasi Kehidupan Berbangsa’ ini, peserta diajak belajar dan berbagi mengkaji berbagai problem kebangsaan, dari mulai moralitas, narkoba, korupsi, komunisme, hingga terorisme.

Kegiatan ini diikuti 550 peserta yang terdiri dari ketua OSIS dan Rohis (Kerohanian Islam) SMA/SMK/MA di kawasan Surabaya, Gresik, Sidoarjo, ditambah sejumlah perwakilan sekolah negeri dan swasta favorit di Jatim.

Pangarmatim, Laksamana Muda TNI Darwanto, mengatakan, pelajar sebagai generasi muda merupakan SDM potensial dalam pembangunan bangsa. Permasalahan Radikalisasi, Narkoba, dan terorisme serta banyaknya kasus pelecehan seksual di kalangan pelajar membuat semua pihak wajib membentengi diri dengan karakter yang kuat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan meningkatkan karakter generasi muda yang kuat sesuai karakter bangsa Indonesia,” kata Pangarmatim.

Sebagai calon pemimpin, para pelajar harus menentukan langkah yang diambil harus yang terbaik. Karena itu Pangarmatim menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Ubahlah karakter Anda menjadi lebih baik mulailah sejak ikut dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Pangarmatim berpesan, selama mengikuti kegiatan para peserta mengutamakan keselamatan, kebersihan dan disiplin. “Jangan buang sampah sembarangan, makan harus habis, dan jangan merokok,” tegasnya.

Ketua PCNU Surabaya, Muhibbin Zuhri menambahkan, kegiatan ini sangat penting digelar untuk membentengi generasi muda sehingga tidak terjerumus pada hal negatif. Kerjasama antara NU dan TNI telah bekerjasama sejak jaman perjuangan. “Untuk jadi pemimpin yang mengerti tentang sejarah perjuangan bangsa tidak mudah, butuh kerja keras sejak dini,” ungkapnya.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa yang ikut hadir menambahkan siswa bisa menjadi pahlawan dan pemimpin asal kerja keras dan dijaga kualitas hudup. “Narkoba lebih bahaya dari terorisme, kita harus waspada,” imbuhnya.

Narkoba menggerogoti kualitas hidup manusia karena dibuat kecanduan. “Kalau terorisme membunuh selesai, narkoba merusak kualitas hidup secara perlahan tetapi tetap unjung-unjungnya meninggal juga,” kata Khofifah.

Anak-anak lanjut Mensos, wajib mengenal budaya dan keyakinan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke sehingga karakter bangsa Indonesia bisa dijaga. “Janji pada diri kita harus dibuat, saya minta para peserta membuat janji santri kebangsaan di atas kapal perang,” harapnya. (sak)