80 Persen Toko Lokal Terima UnionPay
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

80 Persen Toko Lokal Terima UnionPay

UnionPay International meneken sejumlah perjanjian kerjasama komprehensif dengan tiga bank besar yang menerima dan memproses transaksi dengan kartu UnionPay (acquirers) guna memperluas tingkat penggunaan di Indonesia.

Ketiga bank tersebut adalah BCA, bank swasta terbesar di Indonesia, serta Bank Mandiri dan BRI, dua bank BUMN besar. Menurut perkiraan, cakupan penggunaan kartu UnionPay pada berbagai toko (merchants) lokal akan meningkat dari sekitar 40 persen kini menjadi 80 persen pada akhir 2017.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi dan pertukaran SDM antara Tiongkok dan Indonesia bertumbuh. Tahun ini, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara tiap tahun dalam 3 hingga 4 tahun mendatang.

Dalam konteks ini, UnionPay International tengah meningkatkan layanan transaksinya di Indonesia. Kini, 70 pesen ATM lokal dan 40 persen toko-toko menerima penggunaan kartu UnionPay. Di sejumlah kota tujuan yang populer, penggunaan kartu UnionPay diterima 60 pertsen toko-toko.

UnionPay International, lewat perjanjian dengan lembaga perbankan besar di Indonesia, ingin membuat lebih banyak lagi toko yang bisa menerima penggunaan kartu UnionPay. BCA telah mendukung berbagai toko di Jakarta dan Bali untuk menerima kartu UnionPay. Kini, BCA akan membuat terminal POS lain miliknya untuk menerima kartu UnionPay dalam dua tahun.

Bank Mandiri akan membuat sekitar 300.000 terminal POS-nya bisa menerima kartu UnionPay pada pertengahan 2017. Sementara, Bank BRI akan membuat 100.000 lebih terminal POS miliknya untuk menerima kartu UnionPay pada akhir 2017. Saat ini, berbagai ATM milik ketiga bank tersebut menerima penggunaan kartu UnionPay untuk penarikan tunai.

“Kami meningkatkan cakupan penggunaan kartu dan mempromosikan penerbitan kartu lokal guna mendukung pertukaran SDM antara dua negara,” kata Cai Jianbo, CEO UnionPay International kepada media di Jakarta, Selasa (2/8).

Sebagai langkah awal, kami akan membuat 95 persen ATM dan 80 persen toko lokal bisa menerima penggunaan kartu UnionPay pada akhir 2017. Langkah kedua, kami akan menerbitkan kartu UnionPay dengan Bank Mandiri dan Bank BRI tahun depan. Ketiga, kami akan bekerjasama dengan lembaga setempat mengenai standar penggunaan kartu chip, imbuhnya.

Kartu UnionPay bisa digunakan dengan mudah di lebih dari 160 negara dan wilayah, termasuk seluruh negara Asia Tenggara. Di Singapura, hampir seluruh ATM dan lebih dari 80 persen toko-toko menerima penggunaan kartu UnionPay. Tingkat penggunaan kartu UnionPay pada ATM di Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam sudah mencapai 90 persen lebih. Kartu UnionPay telah diterbitkan di seluruh 10 negara ASEAN. Pada 2014, kartu UnionPay pertama kali diterbitkan bank lokal di Indonesia, Bank Sinarmas. (sak)