Edukasi Ibu Hamil Bojonegoro menjadi salah satu langkah yang diperkuat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Melalui sarasehan bertajuk “Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting”, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan.
Kegiatan Edukasi Ibu Hamil Bojonegoro yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, Selasa (7/7/2026), menghadirkan ibu hamil dan kader kesehatan sebagai peserta. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi multidisiplin antara FKH UNAIR, FK UNAIR, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk memperkuat upaya promotif dan preventif dalam pencegahan stunting.
Nutrisi Ibu Hamil Menjadi Fondasi Pencegahan Stunting
Dosen Fakultas Kedokteran UNAIR, dr. Bayu Priangga, Sp.OG., M.Ked.Klin., yang menjadi pemateri pertama dalam Edukasi Ibu Hamil Bojonegoro, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu.
Menurutnya, kualitas nutrisi selama kehamilan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Oleh karena itu, edukasi kepada calon ibu menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk menekan risiko stunting sejak dini.
Dalam paparannya, dr. Bayu menyampaikan bahwa Indonesia masih menyumbang sekitar lima persen angka stunting global. Karena itu, ibu hamil diimbau rutin menjalani pemeriksaan kehamilan agar berbagai risiko, seperti anemia, dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
“Pemeriksaan kehamilan sangat penting agar kondisi seperti anemia dapat segera diketahui dan ditangani. Pencegahan stunting harus bermula sejak ibu mengandung, bukan setelah bayi lahir,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi ibu hamil berbeda pada setiap trimester kehamilan. Pada trimester pertama, ibu hamil tidak dianjurkan menambah porsi makan secara berlebihan. Memasuki trimester kedua, kebutuhan energi mulai meningkat sehingga porsi makan dapat ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan.
Selain itu, ibu hamil harus memenuhi kebutuhan makronutrien, mikronutrien, dan cairan yang cukup. Di sisi lain, konsumsi ikan dengan kandungan merkuri tinggi, minuman berkafein berlebihan, makanan tinggi gula, serta makanan yang belum matang perlu dihindari demi menjaga kesehatan ibu dan janin.
“Pola makan yang tepat selama kehamilan merupakan investasi bagi tumbuh kembang janin sekaligus menjadi langkah awal untuk mencegah stunting,” jelas dr. Bayu.
Edukasi Ibu Hamil Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Disiplin
Pelaksanaan Edukasi Ibu Hamil Bojonegoro juga menunjukkan sinergi lintas disiplin di lingkungan Universitas Airlangga dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Kehadiran dosen FK UNAIR sebagai narasumber melengkapi inisiatif FKH UNAIR dalam memberikan edukasi berbasis ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Melalui sesi diskusi interaktif, para ibu hamil dan kader kesehatan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pemenuhan gizi selama masa kehamilan, pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta penerapan pola makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi pencegahan stunting.
Kolaborasi antara FKH UNAIR, FK UNAIR, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat langkah promotif dan preventif dalam percepatan penurunan stunting. Melalui Edukasi Ibu Hamil Bojonegoro, seluruh pihak berkomitmen menghadirkan edukasi berbasis ilmiah yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (ita)

