Aceh International Rapa’i Festival
JALAN-JALAN PERISTIWA

Aceh International Rapa’i Festival

Dengan kekayaan alam, pesona budaya daerah, keunikan sejarah, Aceh terus melakukan berbagai upaya pengembangan dan promosi pariwisata. Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam usaha mempromosikan keistimewaan yang dimiliki Aceh tersebut. Salah satunya menyelenggarakan Aceh International Rapa’i Festival 26–30 Agustus mendatang.

Kegiatan Aceh International Rapai Festival menjadi salah satu nedia promosi untuk Aceh. Kegiatan ini diharapkan mendukung Aceh sebagai salah satu daerah unggulan tujuan wisata di kawasan paling barat Republik Indonesia.

Wisatawan yang berkunjung diharapkan merasakan suasana tradisi orang Aceh dalam mengenal rapa’i yang notabene merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik secara filosofis maupun kultural.

Dalam kegiatan ini nantinya, suguhan full alat musik tradisional perkusi Aceh berupa rapa’i, seperti rapa’i Pasee, rapa’i Daboih, rapa’i Geurimpheng, rapa’i Pulot, dan rapa’i Gelengakan menyemarakkan suasana.

Peserta dari Aceh akan menampilkan rapa’i Uroh Deng (Pasee), rapa’i Uroh Duk, rapa’i Grimpheng, rapa’i Geleng, Perkusi Gendang Melayu Tamiang, Seni Nandong Simeulu, dan ragam seni tradisi lainnya.

Selain itu akan ditampilkan pula alat musik perkusi etnik dari provinsi lain dan juga dari mancanegara yang pastinya akan menjadi tontonan menarik.

Peserta yang sudah memastikan diri akan berpartisipasi pada kegiatan ini adalah dari China, Thailand, Malaysia, Jepang dan Iran. Sedangkan dari dalam negeri adalah peserta dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Makassar, dan Surabaya.

Kegiatan ini akan dilengkapi dengan seminar dan coaching clinic yang dipandu langsung musisi dan perkusian ternama diantaranya adalah Gilang Ramadhan, Steve Thornton dan Daood Debu.

Pemerintah Aceh mengharapkan kegiatan ini mampu menghidupkan aura Aceh. Kesan religius yang selama ini melekat hendaknya semakin mantap agar ke depan Aceh menjadi daerah tujuan wisata halal yang benar-benar bebas dari pengaruh budaya asing.

Tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak untuk menjaga dan melestarikan seni budaya Aceh agar hal tersebut bisa tercapai.

Perlunya beberapa komponen utama untuk menjadi perhatian dlam rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan wisata alam dan budaya Aceh secara tepat sasaran baik kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara. (sak)