Ada Sawit pada Sabun The Body Shop
GAYA HIDUP PERISTIWA

Ada Sawit pada Sabun The Body Shop

Sifat antioksidan di dalam minyak sawit sangat bermanfaat bagi kulit. Itu sebabnya, banyak perusahaan kosmestik menggunakan produk antara dari kelapa sawit. Salah satunya perusahaan produk kecantikan The Body Shop yang memakai minyak sawit untuk bahan sabun.

“Kita menggunakan sawit karena dianggap sebagai bahan baku terbaik dan cocok untuk pembuatan sabun mandi. Minyak sawit digunakan dalam kosmetik sebagai agen untuk menghilangkan kotoran dan minyak dari kulit,” kata General Manager Corporate Communication The Body Shop Rika Anggaraini di Jakarta seperti dikutip SawitIndonesia.

Peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Ahmad Ghazali Sofwan Sinaga, menjelaskan dalam pembuatan sabun mandi, ada dua jenis minyak nabati yang bisa digunakan.

Pertama minyak laurat yang mengandung asam laurat tinggi, yang diperoleh dari minyak kelapa dan minyak inti kelapa sawit/palm kernel oil, ini secara komersial yang available.

“Laurat memberikan efek busa banyak. Sementara asam lemak lain kurang memberikan busa. Dan, busa ini identik kemampuan membersihkan tubuh. Selain sifat menghasilkan busa, asam lemak pada minyak inti sawit memiliki sifat anti mikroba spektrum luas yang penting dalam menjaga kesehatan kulit,” ujar Ahmad Ghazali.

Kedua, palmitat atau stearat untuk memberikan ‘body’ (bentuk padat) pada sabun. Bertepatan minyak sawit tersedia di pasaran dengan harga lebih murah dibanding minyak nabati lain yang juga mengandung palmitat dan stearat. “Semua itu terdapat dalam minyak sawit,” jelasnya.

Dengan keunggulan itu, maka wajar sabun kecantikan produksi The Body Shop memilih minyak sawit sebagai bahan baku tambahannya.

Menurut Ahmad Ghazali, sabun kecantikan lebih banyak menggunakan netral basah kulit untuk menjaga kelembapan kulit. “Pasti mereka hanya pakai minyak sawit, bahan baku tambahan,” tuturnya.

Dalam setahun, perusahaan mampu menjual 600 ribu batang sabun. “Itu sudah lumayan banyak, produk kita banyak yang suka karena tidak membuat kering, tidak gampang lembek dan ada busanya walaupun tyidak banyak,” ujar Rika.

The Body Shop juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan habitat hewan langkah, dengan membeli sawit dari pemasok atau perkebunan sawit yang bebas dari deforestasi. Sejak 2004 Anita Roddick, pendiri The Body Shop mengikuti dan menjalani prosedur sawit berkelanjutan atau Roundtable On Suistable Palm Oil (RSPO).

Sebagai aktivis lingkungan, Roddick menginginkan bisnis kecantikannya tak hanya memperhatikan keuntungan semata, tapi juga tanggung jawab sosial. Salah satu produsen kosmetik terbesar di dunia ini telah melarang uji coba produk sawit dengan menggunakan binatang.

“Kita sampai tidak memakai hewan untuk uji coba produk, sekarang perusahaan telah mengunakan teknologi episkim untuk mengetes kosmetik,” ungkapnya.

The Body Shop mendapatkan bahan baku dari kelompok petani yang tergabung dalam koperasi. Alasannya, karena bahan baku yang diperoleh dapat meningkatkan pendapatan mereka, ketimbang membeli dari perusahaan besar.

“Harus membeli lewat koperasi, jadi pembagian pendapat dengan anggota koperasi bisa jelas dan adil. Ketimbang mengambil bahan baku dari perusahaan,” kata perempuan berhijab ini.

Perusahaan yang berpusat di Inggris ini sebagian besar memperoleh bahan baku dari negara lain untuk memenuhi permintaan produk kecantikan dunia, seperti bahan baku sawit dari Kolombia, kacang-kacangan dari Brazil dan Marila oil dari Namibia.

Bahan baku sawit yang diperoleh dari luar telah melalui prosedur dan standarisasi global, hingga memperoleh sertifikat Green Palm. Pada 2015, The Body Shop memperoleh sertifikat ini dari pemasok yang telah bersertifikat RSPO di Indonesia. (sak)