Airlangga Minta BUMN Tetap Gandeng Industri Kecil Menengah
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Airlangga Minta BUMN Tetap Gandeng Industri Kecil Menengah

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta kepada pihak BUMN untuk menjadi mitra tetap bagi para industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri sebagai salah satu upaya mempertahankan kelangsungan usaha IKM di tengah serbuan produk impor.

“Kemarin, dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Tengah, saya menyempatkan untuk meninjau sentra IKM pengecoran logam dan permesinan di Ceper, Klaten. Salah satunya adalah Koperasi Batur Jaya,” kata Airlangga lewat siaran pers di Jakarta, Kamis (11/8).

Airlangga menyampaikan, mereka sangat mengandalkan kontrak pemesanan dari PT Kereta Api Indonesia dan PT INKA untuk produk blok rem yang digunakan dikereta api. Koperasi Batur Jaya telah melakukan kerja sama dengan PT KAI untuk pengadaan blok rem metalik sejak tahun 1989.

“Saya mendapatkan laporan, produk blok rem yang dihasilkan mereka sudah memenuhi SNI dan ISO. Kualitasnya pun sudah semakinbaik dari waktu kewaktu,” paparnya.

Untuk itu, Airlangga mengharapkan kepada dua BUMN tersebut agar terus mempercayakan produksi blok rem kepada IKM pengecoran logam di Klaten, karena turut mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Setiap persero itu mendapat dana dari APBN, maka diwajibkan ikut membantu perekonomian masyarakat dengan menggunakan produk dalam negeri. Kami juga minta pembelian oleh KAI dan INKA terus ditingkatkan,” ujarnya. Airlangga juga mengajak para pabrikan otomotif dapat juga menggunakan produk mereka.

Menurutnya, IKM pengeceroan logam di Indonesia tengah mendapat tantangan berat dalam merebut pasar, terutama bersaing dengan produk Tiongkok dan Australia. “Oleh karena itu, kami siap membantu melalui koordinasi dengan BUMN agar bisa membeli produk mereka. Kalau bukan kita yang membangun industri dalam negeri, lalu siapa lagi,” ucapnya.

Airlangga langsung menyatakan siap meningkatkan jumlah pelaku IKM di Indonesia yang saat ini mencapai 20.000 pengusaha. “Itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Kami juga tentunya mendorong peningkatan kualitas produk-produknya,” tuturnya.

Sebanyak 260 pengusaha berada di sentra IKM Cor Logam Ceper mampu menyerap tenaga kerja hingga 3.500 orang. “Kemampuan produksi 3.000 ton per bulan dengan produknya antara lain komponen otomotif, spare part pabrik, ornamen dan lain-lain,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Ketua Koperasi Batur Jaya Badrun Munir mengatakan, sangat membutuhkan peran pemerintah dalam mengembangkan industri pengecoran logam ke depan. Melalui dukungan Menperin, diharapkan industri pengecoran logam di Ceper bisa berjaya seperti di era 85-an.

“Saat ini, andalan produk kami adalah blok rem komposit kereta api. Selama satu tahun, kami bisa menghasilkan 200.000-220.000 blok rem. Sejak 1990-an, kami sudah mencetak 4,7 juta blok rem. Harga blok rem kami termurah. Keunggulan blok rem kami bisa digunakan ditanjakan atau turunan,” katanya. (ant)