Airlangga Summer Program, Ajari Mahasiswa Asing Soal Jamu dan Main Gamelan
PERISTIWA SENI BUDAYA

Airlangga Summer Program, Ajari Mahasiswa Asing Soal Jamu dan Main Gamelan

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya punya beragam cara menarik minat mahasiswa luar negeri. Salah satunya melalui kegiatan yang ditawarkan International Office and Partnership (IOP) yaitu Airlangga Summer Program (ASP) tahun 2016.

Kali ini, IOP mengangkat tema ‘Indonesian Traditional Medicine and Cultures’. Dalam kegiatan ASP 2016, IOP mengajak 21 mahasiswa asing dari berbagai universitas terkemuka di dunia mempelajari budaya tradisional Jawa mulai 25 Juli sampai 5 Agustus 2016.

“Sebuah kebanggaan bagi Unair bisa menjadi tuan rumah bagi mahasiswa dari Asia, Eropa, bahkan Amerika. Kalian bisa mengenal beragam budaya di Indonesia selama 10 hari. Saya berharap kalian dapat menikmati seluruh proses kegiatan ASP ini,” sambut Direktur Pendidikan Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih pada pembukaan ASP 2016 di Aula Kahuripan, awal pekan lalu.

Pada kegiatan ASP 2016 kali ini, peserta dikenalkan dengan obat-obatan tradisional (jamu) dan musik tradisional Indonesia. Pada materi obat-obatan, peserta diberi pemaparan mengenai praktik pengobatan tradisional. Sedangkan, pada materi musik tradisional, peserta diajak untuk memainkan alat-alat musik gamelan.

Peserta ASP 2016 disuguhi penampilan Badan Semi Otonomi FIB Unair, Pakar Sajen, yang menampilkan musik gamelan di Aula Siti Parwati. Setelah menyaksikan penampilan dari Pakar Sajen, para peserta terlihat tertarik dengan mencoba memainkan instrumen khas Jawa tersebut.

Dewi Sartika MEd, selaku Manajer Kelas Internasional IOP Unair menjelaskan, pelaksanaan ASP 2016 ini berbeda dengan tahun 2015. Kali ini, mahasiswa peserta ASP akan mendapatkan transfer kredit sebelas mata kuliah yang diikuti selama program berlangsung.

“Yang berbeda adalah tahun ini kita menawarkan kredit mata kuliah, ada tiga belas kali perkuliahan. Jadi mahasiswa nanti akan mendapatkan nilai, dan nilanya itu nanti bisa ditransfer,” ujar Dewi.

Ke depan, Dewi berharap, seluruh fakultas di Unair dapat memberikan penawaran program pada kegiatan ASP, sehingga para peserta ASP bisa mengetahui keunggulan Unair dari berbagai bidang.

“Kita coba tahun depan menawarkan lebih banyak lagi tema untuk ASP, salah satunya adalah safari program. Ini adalah kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan, dan Fakultas Perikanan dan Kelautan. FKH itu akan memberikan perkuliahan tentang exotic animal and wild life medicine, dan FPK akan memberikan perkuliahan tentang marine biology,” ujar Dewi. (sak)