Ajak Pemuda Bikin Aplikasi Digital
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Ajak Pemuda Bikin Aplikasi Digital

Presiden Joko Widodo mengemukakan, berkat perkembangan teknologi digital kita sekarang hidup di dunia yang terasa tanpa sekat dan tanpa batasan fisik. Banyak negara-negara yang wilayahnya terpisah secara fisik, sekarang bisa tersambung dalam satu dunia, yaitu dunia internet.

“Manfaat atau kemampuan teknologi digital tersebut perlu juga kita lihat sebagai kesempatan emas, terutama menjangkau mereka yang selama ini belum terjangkau jasa layanan keuangan formal,” kata Jokowi saat membuka Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC), yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Selasa (30/8) pagi.

Jokowi menguraikan sejumlah fakta terkait sulitnya menjangkau seluruh warga yang tersebar di 17.000 pulau di tanah air. “Bahkan untuk jasa layanan keuangan yang sesederhana layanan penyimpanan uang di bank pun banyak dari masyarakat kita yang masih belum terlibat. Belum lagi jasa keuangan yang lebih modern, seperti kredit usaha, kredit rumah, maupun pasar modal,” ungkapnya.

Karena keterasingan itu, menurut Jokowi, akhirnya mereka sulit memenuhi potensi maksimalnya. Mau berusaha sulit, mau punya rumah sulit, dan mau menabung juga sulit.

Oleh sebab itu, Jokowi mengaku sangat menghargai ada beberapa bank yang sudah memiliki, misalnya BRI ada Teras Kapal BRI yang melayani dari pulau ke pulau. Kemudian juga beberapa bank juga yang sudah mau membuka di kabupaten-kabupaten terpencil. “Ini patut kita hargai,” ujarnya.

Pada kementerian terkait, Jokowi mengaku juga sudah memerintahkan untuk melakukan langkah percepatan, langkah terobosan. Yang pertama, lanjut Jokowi, perluasan jangkauan pelayanan perbankan dan lembaga keuangan formal dengan memperhatikan karakteristik geografis sebagai negara kepulauan.

Kedua peningkatan kapasitas masyarakat, terutama yang tadinya dikategorikan tidak layak menjadi layak, dari yang unbankable menjadi bankable dalam memperoleh layanan keuangan institusi formal.

Ketiga lanjut Jokowi, kebijakan atau peraturan yang mendukung keuangan inklusif, seperti peningkatan akses layanan jasa keuangan, terutama bagi UMKM. Dan keempat perlindungan konsumen yang menjamin jaminan rasa aman.

Dorong Penciptaan Aplikasi Baru
Jokowi mengaku dirinya senang sekali mendengar bahwa beberapa anak-anak muda telah mengembangkan fintech, teknologi keuangan yang aplikasinya akan sangat bermanfaat bagi usaha mikro dan usaha kecil.

“Tadi misalnya saya diberikan cerita mengenai aplikasi untuk kasir. Biasanya usaha-usaha kecil, usaha-usaha mikro tidak mau mencatat karena terlalu ribet sekali, uang keluar, uang masuk, yang dibeli apa, sehingga tanpa catatan-catatan itu sulit mengakses permodalan ke bank,” tutur Jokowi.

Kalau ada aplikasi untuk kasir, Jokowi meyakini nanti ada aplikasi untuk akuntansi, untuk mungkin pembayaran pajak, dan lain-lain. “Saya kira ini akan memudahkan usaha-usaha kecil kita bisa mengakses ke perbankan,” ujarnya.

Jokowi juga membayangkan juga ada sebuah aplikasi yang bisa membantu nelayan dan petani mendekatkan antara produsen dengan konsumen tanpa melalui mata rantai yang panjang, yang bisa 4, 5 ,6, 7 mata rantai yang harus dilalui, sehingga harga di produsen, petani, atau nelayan tidak menjadi semakin baik.

“Kalau itu bisa didekatkan dengan aplikasi teknologi yang cepat, ini saya kira akan sangat membantu usaha mikro, nelayan dan petani,” tuturnya.

Jokowi juga membayangkan kalau ada anak-anak muda yang bisa membangun sebuah koorporasi, dengan mengkoorporasikan nelayan dan petani sehingga mereka mempunyai skala ekonomi, sehingga mempunyai kekuatan untuk akses ke permodalan, akses ke pasar.

“Inilah saya kira hal-hal yang dulu tidak mungkin sekarang bisa dimungkinkan karena ada fintech ada teknologi informasi yang teknologi aplikasi-aplikasinya sudah kita lihat kecepatannya di negara kita sangat-sangat cepat sekali,” kata Jokowi.

Sementara untuk mempercepat peningkatan inklusi keuangan di Indonesia, Jokowi mengajak semua pihak turut berpartispasi. “Kepada putra-putri Indonesia, anak-anak muda yang bergerak di fintech di bidang teknologi digital, teknologi keuangan, saya akan terus mengajak untuk berinovasi menghasilkan terobosan seperti aplikasi digital yang tadi sudah saya sampaikan yang berguna untuk meningkatkan inklusi keuangan kita,” ujarnya.

Kepada masyarakat internasional yang miliki sumber daya dan solusi, Jokowi mengajak meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, dengan bersama-sama membangun sinergi. (sak)