Ajak Praja IPDN Pecahkan Masalah
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Ajak Praja IPDN Pecahkan Masalah

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengajak para Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi pemimpin global. Pemimpin yang mengetahui permasalahan global dan sekaligus mampu memecahkan permasalahan di daerahnya.

Hal itu disampaikan saat jadi pembicara dalam Kuliah Umum di depan Praja IPDN di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (23/1).

“Kepemiminan model itu sudah terwujud di Jatim. Bupati Blitar dan Bupati Pacitan yang alumni IPDN mampu menjadikan daerahnya lebih maju,” kata pakde Karwo—panggilan akrabnya.

Kabupaten Pacitan, kata Pakde lebih lanjut, sebelumnya satu daerah terbelakang di Jawa Timur. Sekarang ini Pacitan menduduki peringkat 16 tingkat kesejahterananya.

Sedangkan Kabupaten Blitar hanya memiliki angka kemikisnan sebesar 6 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan jumlahpenduduk miskin di Jawa Timur pada september 2016 sebanyak 11,85 persen dari total penduduk.

Jiwa enterprenurship, lanjut Pakde, dapat memecahkan persoalan negeri ini. Salah satu contohnya ketercukupan susu dalam negeri hanya sebesar 21 persen dari kebutuhan.

Jatim memasok 1.293 ton/hari. Sedangkan nasional masih kekurangan 2 ribu ton susu/harinya. “Saya berharap, para Praja nantinya menjadi agent of change di daerahnya masing-masing. Termasuk memecahkan masalah ini,” katanya lagi.

Sebelum jadi pembicara, Gubernur Jawa Timur memperoleh penghargaan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dan Astha Brata Pamongpraja Madya Utama dari IPDN.

Pada sambutannya, Gubernur IPDN Prog Dr Drs Ermaya Suradinata SH MH MS mengatakan, jika Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo sangat pantas memeperoleh penghargaan tersebut.

Penilaiannya, pertama Gubernur Jatim telah berjasa mendayagunakan 117 alumi sekolah tinggi kepamongrapaan itu sehingga menduduki jabatan strategis di Pemprov Jatim.

Kedua, telah membawa Jatim sebagai provinsi terbaik dalam pelaksanaan pemerintaahan. Hal itu terlihat dari diterimakan berbagai lencana dan penghargaan dari Presiden, seperti Bintang Mahaputra dan penghargaan lainnya yang jumlahnya sebanyak 115 penghargaan.

Ketiga membantu mengoptimalkan bangunan IPDN Malang yang berdiri di tahun 1956 dengan berbagai kegiatan terkait kepamongprajaan. (sak)