Ajang Kreatif di Bangka Cultural Wave
JALAN-JALAN PERISTIWA

Ajang Kreatif di Bangka Cultural Wave

Gelombang kreatif berlangsung dalam perhelatan Bangka Cultural Wave 2016. Peristiwa multievent ini baru pertama kalinya diselenggarakan. Dan tentu saja, diharapkan menjadi pembuka untuk kegiatan yang akan datang, menjadi reguler dan daya tarik khusus bagi perjalanan ke Bangka.

Awalnya, BCW 2016 dimaksudkan untuk merayakan sekaligus penanda dibukanya DeLocomotief Art Stage, sebagai tempat ‘hangout’ di Sungailiat.

Namun, lazimnya sesuatu yang hidup, ia berkembang dan menginspirasi munculnya beberapa kegiatan. Sebagaimana gelombang yang membawa barang, pohon, dan berbagai rahasia lautan — festival ini, melahirkan peristiwanya sendiri.

Sebagai jiwa dari BCW, adalah pembukaan kawasan itu sendiri, yang dibuka Kementerian Pariwisata melalui upacara sederhana pelepasan 71 penyu dewasa ke Laut Cina Selatan pada hari Kamis (8/9). Sebuah upaya pelestarian alam aktif dan rasa syukur atas perjalanan negara bangsa.

Pembukaan Museum Garuda dengan orasi budaya oleh Prof Jean Couteau, tentang mitologi Garuda dan Penyu, menjadi penanda, diluncurkannya taman edukasi ini.

Ada empat kegiatan utama yang akan memperkaya festival sepekan ini. ART.I.EXPO16 merupakan pameran seni rupa yang berlangsung selama empat bulan diikuti 36 seniman dalam dan luar negeri. Pameran unik ini diharapkan menjadi titik tolak tumbuhnya ekonomi kreatif di kawasan.

Lalau ada Bangkart Performance Wave, adalah serangkaian pertunjukan musik tari, yang diselenggarakan seniman regional dan internasional. Didukung penuh sanggar tempatan yang sangat menonjol BULUH PERINDU, menampilkan musik tari tradisi dengan sentuhan kontemporer.

BPW juga menyuguhkan penampilan kreatif seniman mancanegara. Tak kurang dari sepuluh seniman dari berbagai bangsa akan tampil untuk menyemarakan pertunjukan yang dilakukan dalam bentuk perjalanan Di Pantai Tongaci, DeLocomotief Art Stage, Cinabata Batutapak Chengho, Menumbing Muntok dan Pangkal Pinang.

Peluncuran Jalur Samudra ChengHo dengan menyelenggarakan simposium, pemutaran film, pameran dan pendirian ABCD, Akademi Budaya ChengHo Dunia. Diselenggarakan bersama Asdep Destinasi Budaya Kemenpar.

Bertepatan hari Aksara Internasional 8 September, diselenggarakan Seminar berkenaan dengan AKSARA BUDAYA, menampilkan pengalaman berbagai komunitas yang menyelenggarakan literasi budaya di Indonesia.

Berkenaan dengan ini, diberikan pula Anugrah Garudamuka kepada mereka yang memberikan kontribusi dalam gerakan literasi budaya di Indonesia. Kegiatan ini didukung komunitas Taman Baca di Bangka Belitung.

Perhelatan multievent ini, diharapkan dapat memperkaya perkembangan budaya dan ruang penciptaan di Bangka dan Indonesia. Siapkan diri kita merenangi gelombang dan meluncur diatas ombak kreatif kaum muda. (sak)