Akan Dibangun Jalur Kereta ke Bandara Solo
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Akan Dibangun Jalur Kereta ke Bandara Solo

PT Kereta Api Indonesia (KAI) ditunjuk untuk membangun perlintasan kereta api yang menghubungkan Bandara Adi Sumarmo ke Stasiun Solo Balapan. Saat ini, pembangunan kereta api bandara tersebut tengah memasuki tahap studi kelayakan.

“Direncanakan, saat ini sudah memasuki proses feasibility study,” ujar Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (14/7).

Kehadiran kereta api tersebut bertujuan agar Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Adisutjipto tidak terlalu padat. Sehingga, para penumpang Bandara Adi Soemarmo bisa beralih dengan menggunakan kereta api.

“Supaya pembagian pesawat terbang Adi Sumarmo sama Adi Sucipto tidak padat, sekarang ini kan padatnya lari ke Jogja kalau orang bisa lari ke Adi Sumarmo naik kereta masuk ke Jogja hanya satu jam,” jelasnya.

Saat ini, kata Edi, KAI tengah membuat tim untuk mengkalkulasi biaya investasi pembangunan kereta api tersebut. “Ya itu termasuk yang di dalam studi itu kita bikin tim, kita studi, berapa biayanya, berapa lama pengerjaannya karena lagi-lagi kan tergantung tanah. Kalau disetujui ada sekitar 1,5 km yang harus kita selesaikan kalau disetujui jalurnya lewat jalan tol,” pungkasnya.

Pemkot Solo sendiri berharap tak hanya jalur dari Stasiun Solo Balapan ke Bandara Adi Sumarno, namun juga terintegrasi dengan Terminal Tirtonadi.

Kadis Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Yosca Herman Soedrajat mengatakan, jika tiga fasilitas moda transportasi darat itu tersambung akan memberi efek domino bagi perkembangan perekonomian. “Jika ketiganya bisa saling terhubung akan semakin memberikan banyak peluang kepada masyarakat, khususnya di luar Kota Solo,” kata Herman.

Menurut Herman, nantinya para pengguna jasa angkutan umum bisa memilih jenis transportasi publik sesuai kebutuhan. “Selama ini warga luar Solo, seperti Pacitan dan Madiun, memilih menggunakan pesawat terbang dari Bandara Jogja dibanding lewat Adi Soemarmo. Pertimbangannya terdapat stasiun KA yang terintegrasi langsung dengan Adi Sucipto,” ujar Herman.

Warga senang karena ongkos dikeluarkan lebih sedikit. Berbeda jika jalur terintegrasi bandara-stasiun KA dan Terminal Tirtonadi di Solo direalisasikan. Herman yakin keberadaannya menjadi lebih kompetitif.

Wacana jalur terintegrasi Bandara-Stasiun KA dan Terminal sudah ada sejak Walikota Solo masih dijabat Joko Widodo. “Kami tetap berkomitmen mempertahankan rute bus Batik Solo Transport (BST) dari Bandara Adi Soemarmo menuju Terminal Tirtonadi untuk mendukung terealisasikannya jalur ini,” ucap Herman.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, rencana jalur terintegrasi Bandara Adi Soemarmo, stasiun KA, dan Terminal Tirtonadi baru tahap pembicaraan. “Ini baru dalam tahap pembicaraan, keputusannya nanti tetap tergantung hasil pemetaan. Pemkot Solo hanya berkewajiban mengusulkan dan menyampaikan pemetaan saja. Semuanya harus melalui kajian yang matang agar sesuai yang diharapkan,” tutupnya. (sak)