Anak Tukang Kayu Dapat Beasiswa S2 Jepang
PROFIL

Anak Tukang Kayu Dapat Beasiswa S2 Jepang

Dari 3.774 mahasiswa Intitut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang diwisuda pada 17,18,24 dan 25 September 2016 menyimpan banyak cerita menarik. Kisah luar biasa dialami Mohammad Irwan Fatkhur Rozy. yang berhasil menyelesaikan studinya walaupun dari kalangan kurang mampu.

Mahasiswa yang biasa disapa dengan Irwan ini berhasil menyelesaikan studinya di ITS dengan nilai IPK tinggi yakni 3,89. Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ini merupakan mahasiswa yang memperoleh beasiswa Bidikmisi.

Pria asli Nganjuk ini merupakan anak pasangan dari Subandi dan Sriati, bapaknya sehari-harinya hanya sebagai kuli angkut kayu di salah satu perusahaan di Nganjuk. Dan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa, penghasilan orangtuanya yang pas-pasan tidak menutup semangat Irwan melanjutkan pendidikan di jenjang kuliah.

Dorongan orangtuanya melanjutkan kuliah membuatnya termotivasi, meskipun Irwan sempat gagal ketika mendaftar di ITS lewat jalur undangan, tidak membuatnya putus asa. Pria kelahiran 20 Oktober 1993 ini pun mencobanya kembali lewat jalur SNMPTN tulis.

Diapun meminjam buku-buku untuk persiapan menghadapi ujian kepada teman-temannya yang sudah terlebih dahulu diterima dan lewat jalur inilah Irwan memulai perjalanan kuliahnya.

Irwan mengungkapkan untuk mendapatkan IPK tinggi yakni mengoptimalkan saat pembelajaran di kelas berlangsung. “Belajar dengan rajin, utamanya ketika di kelas, setidaknya di kelas saya dengerin yang dijelaskan dosen, sehingga ketika pulang dan mengerjakan tugas tidak bingung, kalau di kelas sudah tidak dengerin pasti pas pulang bingung,” ceritanya.

Berkat prestasi dan kerja kerasnya, Irwan mampu melanjutkan studi S2-nya di Universitas Hiroshima, Jepang. “Awalnya saya ingin melanjutkan studi S2, namun dipertengahan kuliah keinginan itu sempat hilang, saya berfikir mending kerja aja, bantu orangtua di rumah,” cerita Ketua Tim Spectronics X ITS 2015 itu.

Namun, ketika ada tawaran S2, ia berfikir kembali Irwanpun meminta izin orangtuanya, dan akhirnta Irwan mendapatkan restu. “Sebenarnya ada 12 orang yang mendaftar, namun setelah di seleksi ada 4 orang dan diseleksi lagi, alhamdulillah saya yang diterima,” tambahnya.

Irwan sendiri memiliki keinginannya menjadi dosen. “Saya ingin menjadi dosen agar bisa mengamalkan ilmu yang pernah saya dapat, karena dengan itu ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat dan pahalanya tidak putus,” ujarnya.

Irwan juga berpesan bagi orang yang kurang mampu untuk tetap melanjutkan bangku kuliah. “Skarang ini sudah banyak beasiswa yang ada, orang kayapun bisa mendapatkan beasiswa apalagi orang yang tidak mampu, jadi tidak ada alasan lagi untuk melanjutkan kuliah,” pesannya. (sak/ist)