Angklung SMA di Bandung Go International
PERISTIWA SENI BUDAYA

Angklung SMA di Bandung Go International

Keluarga Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung go international. Kelompok ‘Sarasa Katha Tauryatrika’ ini berangkat ke Slovakia mengikuti International Youth Music Festival (IYMF) II Bratislava, 24-27 Juli mendatang.

Keluarga Paduan Angklung SMA N 3 Bandung (KPA3) dilepas keberangkatannya oleh Plt. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda sekaligus Staf Ahli Kemenpora Adiati Noerdin dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Miswar lewat Preliminary Concert Expand the Sound of Angklung (ESA) 2016.

“Bapak Menpora sangat bangga dan mengapresiasi anak muda yang kreatif dan memiliki daya saing tinggi maju ke even internasional, kami harap kerjasama dengan Kemenpora terus terjalin baik, selamat berkarya,” kata di Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung.

Kiprah Keluarga Paduan Angklung SMA N 3 Bandung (KPA3) yang telah menjadikan alat musik berbahan dasar bambu ini mendunia serta berusaha menjadikan angklung masuk dalam musik barat dan modern, sangat diapresiasi dan dihargai Kantor Kemenpora.

“Jangan berhenti terus belajar membawa nama Indonesia ke dunia internasional selamat berkompetisi jangan berkecil hati dengan hasilnya nanti karena menurut kami kalian telah penuh dengan prestasi,” tambahnya.

Ajang ESA 2016 merupakan pengenalan alat musik Angklung secara global sekaligus membangun citra budaya yang kuat melalui persembahan KPA3 yang secara konsisten menjaga dan menyebarluaskan alat musik angklung. ESA 2016 di Bandung merupakan ajang kelima dengan mengemban misi budaya, pemberdayaan pemuda dan promosi pariwisata.

Sementara IYMF II adalah festival musik yang diselenggarakan Bratislava Music Agency serta ajang berkumpulnya musisi muda berbakat di seluruh dunia. Kota musik Bratislava telah menginspirasi KPA3 dalam belajar, berkarya serta menunjukkan potensi generasi muda Bangsa Indonesia. Nantinya KPA3 mengikuti dua kategori lomba yakni kategori Ensembles with Free Instrumentation dan kategori Mix Ensembles: Folk Music Ensembles.

Wagub Jabar Deddy Miswar menyampaikan rasa bangganya serta terimakasih khususnya kepada KPA3 yang telah berusaha melestarikan alat musik daerah yang menjadi warisan budaya dunia. “KPA3 telah menjadikan angklung tak ternilai harganya, kita wajib melestarikan dan merawat alat musik goyang yang berbahan dasar bambu itu,” kata Deddy.

Kang Deddy berharap pengenalan angklung sejak dini harus menjadi prioritas utama agar anak muda mencintai angklung. “Saya menghimbau setiap instansi lembaga dan pemerintah di Jabar dapat memainkan angklung dalam acara resmi baik nasional dan internasional, serta menjadikan musik angklung ekstrakulikuler di sekolah-sekolah,” ujarnya. (sak)