Aplikasi PROJEK Raih Penghargaan IPBA-2016
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Aplikasi PROJEK Raih Penghargaan IPBA-2016

Aplikasi properti PROJEK, meraih penghargaan di ajang Indonesia Property & Bank Award 2016 (IPBA-2016). Aplikasi yang dikembangkan PT Projek Properti Internasional ini meraih penghargaan kategori ’Inovasi Digital Marketing Dalam Industri Properti’.

IPBA-2016 diselenggarakan Majalah Property & Bank dan Aliansi Jurnalis Properti & Keuangan (AJPK) sebagai bentuk apresiasi bagi pelaku bisnis properti dan perbankan Indonesia yang mampu melakukan inovasi dengan menunjukkan kinerja secara konsisten dan menyeluruh.

Penyerahan penghargaan IPBA-2016 dilakukan di Hotel Raffles, Ciputra World, Jakarta, pekan lalu. Penghargaan IPBA-2016 diterima Rosehida Rachmat Dewi, Chief Operating Officer PROJEK.

“Kami berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada PROJEK. Sejak diluncurkan awal 2016, PROJEK semakin diminati oleh tenaga pemasar dan pengembang,” ujar Rosehida.

Lebih lanjut Rosehida menjelaskan, perkembangan pasar properti saat ini membutuhkan jaringan pemasaran yang profesional dan serba cepat untuk dapat terhubung dengan informasi yang aktual dan dinamis.

Namun, masalah keterbatasan jumlah pemasar properti disertai dengan waktu yang terbatas untuk bertemu klien menyebabkan lambatnya dan sedikitnya transaksi yang seharusnya dapat dicapai.

Disisi lain para pengembang sangat membutuhkan tingkat penjualan yang baik untuk dapat menggerakkan cash flow proyeknya dengan cepat melalui tenaga pemasarnya. Baik melalui tenaga pemasar inhouse ataupun agen properti yang ada. Namun juga tidak terbatas untuk siapa saja yang dapat menjual proyeknya dengan cepat.

“PROJEK lahir menjawab kebutuhan itu, yakni sebagai jembatan penghubung pengembang dan pemasar properti untuk memberikan informasi cepat, tepat, dan aktual. PROJEK merupakan mobile apps berbasis Android dan IOS bidang pemasaran properti yang pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memberikan sebuah keuntungan bagi kedua belah pihak,” papar Rosehida.

Menurut Rosehida, diluncurkannya PROJEK juga tidak lepas dari fenomena semakin besarnya pemakaian internet di Indonesia. Berdasarkan data Kominfo, demografi pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai sedikitnya 73 juta atau sekitar 29 persen dari total populasi. Dari jumlah pengguna internet itu sekitar 58,4 persen rata-rata di usia 12 hingga 34 tahun.

“Kita tahu bahwa sekarang ini banyak orang sangat bergantung dengan mobile atau smartphone. Hampir semua aktivitas dan kegiatan kita sangat berkaitan erat dengan gadget. Kita berinteraksi dengan siapa pun seperti berbelanja dan lain sebagainya semua ada di sana,” kata Rosehida.

Saat ini developer yang sudah bekerjasama dengan PROJEK antara lain PT Agung Podomoro Land, PT Sentul City dan Group Mitra 10, Pikko Land, Group Ciputra, Group Jababeka, dan lain-lain. Sampai saat ini PROJEK berhasil mendapatkan kepercayaan menjadi official marketing apps untuk properti senilai total Rp 6 triliun.

PROJEK sudah memiliki 3.800 member dengan lebih dari 1.000 agent dan jumlah ini bertambah cepat. ”Ke depan kami optimistis akan semakin banyak developer yang akan bekerjasama dengan PROJEK, termasuk bank, asuransi, arsitek dan interior designer. PROJEK didukung teknologi dan investasi dari Silicon Valley,” ujar Rosehida. (sak)