APP Sinar Mas Garap Desa Makmur Peduli Api
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

APP Sinar Mas Garap Desa Makmur Peduli Api

Perayaan Puncak Hari Lingkungan Hidup yang diselenggarakan tahun ini bertempat di Siak, Provinsi Riau. Wapres Jusuf Kalla yang hadir menekankan pentingnya upaya menjaga keseimbangan lingkungan diperlukan kedisiplinan.

“Karena hanya kedisiplinan yang dapat menjaga keseimbangan harmoni antara kepentingan alam dan ekonomi,” ujar Jusuf Kalla. Wapres juga menyampaikan apresiasinya kepada pemangku kepentingan daerah yang telah berupaya menyeimbangkan pembangunan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup di Siak, meliputi pengembangan pendidikan lingkungan hidup dan kehutanan, pemberian pengharagaan kepada pahlawan lingkungan, sampai dengan pelepasan 100 ribu benih ikan patin di sungai Siak.

Terdapat berbagai program yang telah dilakukan unit industri serta perusahaan pemasok, termasuk APP Sinar Mas dalam upaya mendukung pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. Program itu mulai dari tindakan nyata, pemberian edukasi, sampai dengan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, salah satunya melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

“Hal ini dalam rangka komitmen kami memperkuat dukungan kebijakan konservasi hutan,” ungkap Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata yang turut hadir dalam acara.

DMPA yang diinisiasi APP Sinar Mas akan diimplementasikan di 500 desa yang tersebar di 5 provinsi (Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur) ini mengivestasikan dana 10 Juta USD sampai dengan tahun 2020.

Program ini diharapkan selain dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa yang tinggal di sekitar konsesi pemasok perusahaan, juga dapat mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan, serta potensi gangguan hutan lainnya, yang pada akhirnya mewujudkan desa yang bebas api.

“Melalui program DMPA ini, kami berupaya untuk dapat menempatkan desa dan masyarakat sebagai bagian penting dan vital dalam pengelolaan hutan secara bertanggungjawab,” tambah Suhendra.

Sementara itu, Head of Social & Security Sinar Mas Forestry Agung Wiyono menambahkan, pada tahun 2016, APP Sinar Mas menargetkan di 80 desa terealisasi program DMPA, dengan alokasi per desa sekitar Rp 200–270 juta, atau disesuaikan dengan program masing-masing desa.

Dana tersebut diimplementasikan melalui pelatihan, serta pendampingan yang digunakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan, permodalan desa untuk penanaman hortikultura, persawahan, peternakan, budidaya dan sejenisnya.

“Parameter pemilihan desa yang masuk kriteria DMPA disesuaikan dengan tujuan program, yakni desa yang kerap kali menjadi sumber konflik, memiliki rekam jejak kebakaran lahan yang tinggi, dan menjadi pusat perambahan serta pembalakan liar,” tambah Agung. (sak)