ASEAN Plus Kunci Utama Perdamaian
PEMERINTAHAN PERISTIWA

ASEAN Plus Kunci Utama Perdamaian

Presiden Joko Widodo mengemukakan, bahwa ASEAN Plus Three (APT) merupakan kunci utama bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan, karena negara-negara ASEAN plus RRT, Korea Selatan dan Jepang sangat menentukan damai tidaknya, stabil tidaknya kawasan ASEAN.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam pertemuan ke-19 ASEAN Plus Three (APT) di Vientiane, Laos, Rabu (7/9) kemarin. Menlu Retno Marsudi dalam keterangan persnya Rabu (7/9) malam menyebutkan, Jokowi menekankan bahwa APT ini harus mampu menjadi guardian of peace and stability in the region. Untuk itu, Presiden juga mengajak APT untuk memperkokoh rasa saling percaya satu sama lain.

“Presiden Jokowi mengajak seluruh negara anggota APT terus memperkokoh rasa percaya, menahan diri dari aksi yang meningkatkan ketegangan, menghormati hukum internasional, menyelesaikan secara damai, dan mengendepankan kerja sama untuk kesejahteraan,” jelas Retno,

Juga ditambahkan bahwa stabilitas politik dan keamanan kawasan akan menjamin terus berjalannya kesejahteraan yang telah dinikmati negara anggota APT selama ini.

Menurut Menlu, dalam konteks kerjasama terkait ekonomi, Jokowi mengatakan Indonesia cukup bangga, cukup senang, dengan capaian yang berhasil dilakukan APT.

Jokowi menunjuk contoh misalnya bidang perdagangan, di tahun 2015 angka perdagangan ASEAN Plus Three mencapai 708,6 miliar dolar USD, sementara investasi mencapai 31 miliar dolar USD.

“Sudah seharusnya kita bersyukur bahwa kerjasama ekonomi antar anggota APT masih dapat tumbuh positif dan tetap stabil meskipun terjadi perlambatan ekonomi di dunia,” ujar Jokowi.

Untuk menjamin stabiltas ekonomi tersebut, Jokowi mengusulkan penguatan di bidang perdagangan dan investasi, serta penyediaan jaring pengamanan (safety nett) di sektor strategis seperti keuangan dan ketahanan pangan.

Untuk memastikan stabilitas keuangan, Jokowi juga mendorong peningkatan kontribusi negara APT pada Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) dan Asean Bond Market Initiative.

APT dibentuk 1997 sebagai satu upaya menghadapi krisis ekonomi di kawasaan Asia saat itu, dan diharapkan dapat mendukung kesatuan dan sentralitas ASEAN dalam pembangunan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (sak)