Asuransi Jiwa Bagi Nelayan Indonesia
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Asuransi Jiwa Bagi Nelayan Indonesia

Program asuransi jiwa untuk nelayan Indonesia yang saat ini proses lelangnya sudah hampir rampung. Asuransi tersebut bukan diperuntukkan bagi para anak buah kapal (ABK) tapi khusus nelayan.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti lelang program asuransi jiwa untuk nelayan Indonesia, para ABK tersebut tidak berhak memanfaatkan program asuransi jiwa tersebut. Pasalnya, mereka sudah pasti mendapat perlindungan berupa asuransi yang sifatnya wajib ditanggung perusahaan di tempatnya bekerja. Misalnya, dengan cara memanfaatkan program asuransi lainnya seperti BPJS.

“Bukan ABK yang kita asuransikan. Mereka ABK itu harus dan pasti diasuransikan pemilik kapal atau perusahaan atau pemilik kapal di tempat mereka bekerja. Seperti BPJS atau asuransi lainnya yang diberikan para pemilik kapal atau pemilik kapal perorangan,” ucapnya kepada media di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menteri Susi kembali menegaskan, program asuransi jiwa dari pemerintah ini hanya para nelayan Indonesia yang memiliki kapal dengan kapasitas 50 gross tonage (GT). “Bukan untuk ABK, tapi untuk nelayan yang kapal-kapalnya di bawah 50 GT,” tegas Susi lagi.

Menteri Susi mengatakan lelang skema asuransi jiwa untuk para nelayan Indonesia dipastikan segera rampung. Adapun nilai asuransi untuk nelayan Indonesia ini senilai Rp 175 miliar. Sementara ini akan diberikan untuk 1 juta orang nelayan. Manfaat asuransi ini akan terasa satu tahun sejak tanggal realisasi asuransi ditetapkan.

Bentuk skema program asuransinya terdiri dari dua jenis santunan. Pertama, santunan kecelakaan untuk nelayan akibat sedang melakukan akivitas penangkapan ikan yakni santunan kematian sebesar Rp 200 juta, cacat tetap Rp 100 juta, biaya pengobatan Rp 20 juta.

Kedua, santunan kecelakaan saat di luar aktivitas penangkapan ikan. Santunan kematian alami Rp 260 juta, cacat tetap Rp 100 juta dan biaya pengobatan Rp 20 juta. (sak)