Banyuwangi Bangun 1.000 Homestay Wisata
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Banyuwangi Bangun 1.000 Homestay Wisata

Dalam rangka menggerakkan pariwisata berbasis ekonomi warga, sekitar 1.000 homestay bakal dibangun di desa-desa wisata Banyuwangi. Konsep homestay yang dikembangkan, berbeda dengan rumah singgah pada umumnya, ada aktivitas masyrakat yang jadi bagian paket wisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan program homestay di Banyuwangi tidak hanya menawarkan sebuah paket hunian untuk menginap saja, namun juga menyuguhkan atraksi wisata.

“Konsepnya tidak hanya sekadar menginap saja, namun di homestay tersebut ada aktivitas masyarakat, yang bisa menjadi atraksi wisata. Misalnya, proses pembuatan kopi, pembuatan gula kelapa, atau melihat seni Barong dan tari gandrung,” kata Anas kepada media di Banyuwangi.

Konsep ini, lanjut dia, sebenarnya merupakan oleh-oleh dari Presiden Jokowi usai kunjungan dari Korea Selatan (Korsel). Di sana, Jokowi menginap di homestay. Selama menginap, Jokowi bisa melihat masyarakat membuat kimchi yang merupakan makanan khas Korea, dan aktivitas masyarakat lainnya. Konsep itulah yang akan dibawa ke Banyuwangi.

Pembangunan homestay tersebut juga didukung oleh Bank BTN. Bank BUMN ini bakal menyediakan skema pembiayaan lunak bagi warga yang berminat menjalankan bisnis homestay.

“Kami akan support dari sisi pembiayaan untuk membangun homestay di destinasi yang diinginkan. Masyarakat bisa ikut menikmati peningkatan kinerja sektor pariwisata di Banyuwangi,” kata Direktur Bank BTN Handayani.

Untuk mendukung program homestay ini, lanjut Handayani, BTN juga menggandeng dua BUMN lain, yakni PT Patra Jasa (anak usaha Pertamina) dan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation).

Terdapat 17 desa/kelurahan yang ditunjuk sebagai area pengembangan homestay di Banyuwangi. Desa yang ditunjuk merupakan desa-desa yang memiliki potensi wisata dan kearifan lokal.

Desa tersebut antara lain Kelurahan Temenggungan (Kecamatan Banyuwangi), Gombengsari (Kalipuro), Desa Bakungan dan Kampunganyar (Glagah), Banjar dan Tamansari (Licin), Kandangan (Pesanggaran), Sumberasri (Purwoharjo) dan Kalipait (Tegaldlimo). (sak)