Jokowi : Baru Rp 3,7 Triliun, Awal September ‘Tax Amnesty’ Akan Kelihatan
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Jokowi : Baru Rp 3,7 Triliun, Awal September ‘Tax Amnesty’ Akan Kelihatan

Presiden Joko Widodo menyampaikan keyakinannya, pada minggu ke-3 atau ke-4 Agustus, atau awal September dana pengampunan pajak atau tax amnesty sudah akan banyak sekali yang masuk. Sampai saat ini pesertanya yang sudah daftar 344 orang dengan nilai yang di-declare baru Rp 3,7 triliun.

“Kecil, kecil banget. Data saya gede banget, ketika saya diberi angka 3,7 kecil,” kata Presiden Jokowi pada sosialiasasi Amnesti Pajak di hadapan 10.000 pengusaha yang memenuhi salah satu ruang di Jakarta International (JI) Expo, Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8) siang.

Menurut Jokowi, dirinya sudah menanyakan kepada para pengusaha mulai dari yang besar, menengah dan kecil. “Pak masih hitung-hitung,” kata Jokowi mengutip jawaban sejumlah pengusaha.

Yang besar, kata Jokowi, sudah ia tanyakan karena sampai sekarang belum ada yang masuk. “Pak, perusahaan saya ini 200 perusahaan lebih Pak, kan hitung-hitung perlu waktu,” ucap Jokowi mengutip jawaban para pengusaha. Dia menganggap masuk akal permintaan tersebut. “Mundur-mundur boleh, seminggu, dua minggu, tiga minggu,” terangnya.

Yang menengah, lanjut Jokowi, juga mengaku sedang menghitung-hitung dan sekarang ini sedang cari konsultan pajak. ”Ya, oke mundur enggak apa-apa. Tetapi sekali lagi, waktunya menurut saya nanti, ini petugas pajak juga harus siap,” tuturnya.

Presiden menegaskan, bahwa pengampunan pajak atau tax amnesty ini adalah yang terakhir. Karena nanti setelah keterbukaan sudah tidak ada lagi yang namanya tax amnesty.

Diakui oleh Jokowi, pada 1964 pemerintah pernah memberikan tax amnesty tapi gagal karena ada G30SPKI. Tahun 1984 juga tidak berhasil karena saat itu uang juga banyak, komoditi dari kayu terutama, serta dari minyak juga masih. Tetapi sekarang, Presiden ingin mengajak semuanya agar tax amnesty, amnesti pajak ini berhasil.

Jokowi mengemukakan, sesuai data di Kementerian Kemenkeu ada Rp 11 ribu triliun uang milik WNI yang disimpan di luar negeri. Sementara data yang diperoleh dirinya, lebih banyak lagi. Untuk itu, Jokowi mengajak pemiliknya bisa membawa kembali uang itu ke Indonesia.

Sebagai mantan pengusaha, Jokowi mengaku dirinya tahu, bahwa uang WNI yang ada di luar negeri ada yang disimpan karena transfer pricing, ada yang disimpan di perusahaan-perusahaan yang besar juga alasan yang lain-lainnya, ada juga di perusahaan yang retail-retail juga. Jokowi ingin, agar para pengusaha bisa men-declare uang-uang itu agar bisa bermanfaat bagi rakyat, bagi bangsa, dan bagi negara.

“Karena apa? Saya ingin mengingatkan kita semuanya. Kita hidup di Indonesia, kita makan di Indonesia, kita bertempat tinggal di Indonesia, kita mencari rejeki dengan kemudahan-kemudahan yang ada juga di Indonesia. Dibawa ke sinipun juga tidak akan berkurang serupiah pun uang-uang itu,” kata Jokowi.

Sosialisasi Amnesti Pajak di Jakarta dihadiri Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Jaksa Agung M Prasetyo dan Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) M Yusuf. (sak)