Batik Pakidulan Berteknologi Nano Go Global
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Batik Pakidulan Berteknologi Nano Go Global

Apa jadinya jika warga Timur Tengah memakai batik? Misi itulah yang ingin dibawa Kelompok Kerja (Pokja) Diplomasi Ekonomi KJRI Jeddah pada pameran Manafe 2016 di Mekkah, Arab Saudi awal September.

Pokja yang terdiri atas Pelaksana Fungsi Ekonomi (PFE), Pelaksana Fungsi Pendidikan Sosial dan Budaya (Pensosbud), ITPC dan Atase Perhubungan, memboyong secara khusus batik tulis Pakidulan agar bisa unjuk pamer di ajang bergengsi itu.

“Batik tulis Pakidulan, sepatu dan tas kulit sangat tepat unjuk pamer di pameran Manafe ini untuk manggaet pasar kelas menengah di Arab Saudi,” kata Kepala ITPC Jeddah, Gunawan, baru-baru ini.

Batik Pakidulan berasal dari Ciracap Kabupaten Sukabumi. Motif Batik Pakidulan Hak Ciptanya sudah terdaftar ini merupakan hasil karya seniman lukis asli Sukabumi, Aliyduin Firadus, yang menggunakan teknologi nano dalam proses pembuatannya, terutama pada proses pewarnaannya.

Teknologi nano merupakan teknologi yang mampu menyerap warna lebih baik oleh serat kain, sehingga memiliki dampak resiko yang lebih kecil terhadap lingkungan. Dalam proses pembuatan batik pakidulan, sejak 2014 terdaftar 20 pengerajin batik.

Menurut Gunawan, semua produk Indonesia yang dibawa ke pameran ini sangat berkelas dan diakui secara internasional. “Produk-produk aneka sepatu dan tas kulit ini mempunyai kualitas terbaik dan telah diakui secara internasional,” ungkapnya.

Pameran bergengsi ini diselenggarakan oleh Makkah Chamber of Commerce and Industry (MCC) atau KADIN Mekkah di bawah supervisi Kementerian Haji dan Umrah, Kerajaan Arab Saudi.

Pertama kali digelar di tahun 2016 ini untuk mempromosikan produk-produk perdagangan dari negara dunia Islam dan negara mitra Arab Saudi ke Kerajaan Arab Saudi. Negara yang berpartisipasi dalam pameran ini adalah Arab Saudi dan negara yang memiliki konsulat di Mekkah seperti Mesir, Turki, Tunisia, Perancis, India, Amerika Serikat, Bangladesh, Indonesia, Malaysia, dan Republik Rakyat Tiongkok.

Negara anggota dunia Islam mendapatkan fasilitas satu booth gratis. Pameran Manafe dibuka secara resmi oleh Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, Dr Muhammed Saleh Banten didampingi Ketua Kadin Makkah, Shaleh Maher Jamal beserta jajaran pengurus Kadin Makkah.

Muhammad Saleh menyatakan, pemerintah Arab Saudi akan lebih membuka diri terhadap negara mitra untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan pembangunan Kerajaan Arab Saudi.

“Pemerintah Arab Saudi akan lebih membuka diri terhadap pembangunan kerajaan, khususnya infrastruktur kegiatan ibadah haji seperti bandara, fasilitas dan sarana perdagangan, serta komoditas yang dibutuhkan masyarakat Arab Saudi sebagaimana visi Arab Saudi pada tahun 2030,” jelas Muhammad Saleh.

Dalam pameran ini, booth Indonesia menayangkan video tentang komoditas unggulan Indonesia dan menyebarkan brosur produk-produk industri farmasi, makanan dan minuman, komoditas tekstil dan produk tekstil serta produk-produk lainnya.

Booth Indonesia juga mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 yang akan diadakan di Jakarta pada 12-16 Oktober 2016 mendatang, melalui brosur dan banner TEI serta banner Wonderful Indonesia 2016.

Pada pameran ini Indonesia juga memajang miniatur pesawat terbang Garuda Indonesia yang pada 2016 ini menjadi penerbangan terbaik ke-4 di dunia dan kru pesawat terbaik pertama di dunia. Booth Indonesia termasuk yang sangat ramai dikunjungi pengunjung pameran.

Pengunjung antusias menanyakan produk fesyen, juga aneka tas dan sepatu kulit yang dipajang. Beberapa pengusaha Arab Saudi bahkan berniat mendatangkan produk fesyen batik tulis Pakidulan, aneka tas dan sepatu kulit.

Setidaknya 40 pengusaha yang serius ingin menindaklanjuti dan ITPC Jeddah akan menjembatani dengan menghubungi pengusaha produknya dipamerkan dalam pameran Manafe ini. Selain berkonsultasi mengenai produk yang dipamerkan, sebagian pengunjung juga tertarik mengetahui tempat pariwisata di Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini mendapat dukungan penuh dari Pejabat Pemerintah Indonesia yaitu Anggota DPR-RI Komisi VIII membidangi Haji dan Umrah H Nanda, Ketua Bilateral Kadin Indonesia untuk Timur Tengah dan OKI Muhammad Hasan, Pejabat Fungsi Ekonomi-1 KJRI Jeddah Bachtiar Saleh, serta Pejabat Fungsi Ekonomi-2 KJRI Jeddah Jurman Syahputra Nazar. (sak)