BEI Ajak Menabung Saham
GAYA HIDUP PERISTIWA

BEI Ajak Menabung Saham

Jika perbankan getol mengkampanyekan menabung uang tidak demikian dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Lembaga pasar modal itu justru tengah mengkampanyekan menabung saham dalam program ‘’Yuk Menabung Saham’’ (YMS).

Dewi Sriana Rihantyasni, Kepala Cabang BEI Surabaya mengatakan program ‘Yuk Menabung Saham’ merupakan ajakan pada masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Bisa melalui reksadana ataupun saham. Sesuai tujuannya, tentu saja masyarakat yang dimaksud tidak lain para investor.

Program YMS yang diluncurkan sejak bulan Nopember 2015 diharapkan memasyarakatkan menabung saham secara tertib. Mulai dari besarnya nilai saham yang dibeli maupun jenis saham yang dipilih. Salah satu contoh, seorang investor membeli saham Bank Mandiri. Jika nilainya diangka Rp 9 ribu berarti secara otomatis rekening investor akan dipotong Rp 9 ribu x 100 lembar. Akan halnya tabungan uang, diharapkan tabungan saham ini meningkat pada bulan berikutnya.

Pada program Investor Summit yang akan berlangsung 12 Agustus mendatang, BEI akan mengangkat program YMS tersebut. Tujuannya tidak lain, disamping literasi atau mengenalkan pasar modal ke masyarakat Indonesia, juga menambah jumlah investor. Selain itu tentu saja, menambah jumlah investor dan menaikkan nilai transaksi serta goal terakhirnya menaikkan taraf hidup masyarakat.

Diakui, saat ini nilai transaksi pasar modal sudah meningkat cukup signifikan. Pada awal tahun 2016 transaksi dikisaran Rp 5-6 triliyun/hari. Saat ini trennya mengalani kenaikkan hingga dititik Rp 11 triliyun/hari secara nasional. Trend kenaikan ini tentu sangat menggembiran kalangan pasar modal. “Alhamdulillah, trendnya naik terus. Transaksinya pernah diangka Rp 11 triliyun/hari,” kata Anna—panggilan perempuan berhijab itu.

Khusus untuk program YMS sejauh ini yang memanfaatkan mayoritas investor asing. Para investor dalam negeri, cenderung masih terlihat ragu-ragu dan belum memanfaatkan program ini. Padahal, sangat menguntungkan.

Sejauh ini investor pasar modal belum mencapai 500 ribu untuk skala nasional di seluruh Indonesia. Khusus Jawa Timur sampai saat ini juga belum mencapai angka 75 ribu. Masih pada kisaran 60 ribu. Memang tidak ada target dalam mendapatkan investor, tetapi harapannya dari kantor BEI pusat, capaian itu meningkat terus secara signifikan.

Ditanya apa tren kenaikan pasar modal, Anna mengatakan banyak faktor. Situasi politik dan pergantian menteri juga sangat berpengaruh. Salah satu contohnya saat Menteri Keuangan dijabat Sri Mulayani responnya sangat positif. Sehingga pasar modalnya ada kenaikan cukup lumayan. “Sebaliknya saat beliau pergi ke luar negeri, pasar jadi lesu dan anjlok, meskipun kemudian kembali naik,” tambah Anna ketika ditemui dalam acara sosialisasi Tax Amnesti dan workshop tentang pasar modal di kantornya. (sak)