Bekraf dan BPS Survei Ekonomi Kreatif
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Bekraf dan BPS Survei Ekonomi Kreatif

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Survei Khusus Ekonomi Kreatif di 57 Kabupaten/Kota pada 34 Provinsi di Indonesia, mulai awal Agustus 2016. Tujuannya menyusun database ekonomi kreatif.

Survei ditargetkan mampu menghasilkan data indikator ekonomi berupa Produk Domestik Bruto (PDB), tenaga kerja, dan Ekspor dari ekonomi kreatif dan direktori pelaku usaha ekonomi kreatif di seluruh Indonesia berdasar Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 16 subsektor ekonomi kreatif.

“Bekraf bekerjasama dengan BPS dalam mengumpulkan data ekonomi kreatif sebagai upaya untuk melihat peran dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia,” ungkap Kepala Bekraf Triawan Munaf di Jakarta.

Dengan data yang telah terkumpul, Bekraf bisa menentukan arah kebijakan yang tepat bagi perkembangan ekonomi kreatif nasional. Sehingga, target pertumbuhan 12 persen PDB ekonomi kreatif, 13 juta tenaga kerja sektor ekraf, dan kontribusi 10 persen ekspor ekraf terhadap ekspor nasional hingga tahun 2019 dapat tercapai.

Kerjasama ini dilatarbelakangi minimnya data ekonomi kreatif Indonesia yang mampu diakses publik, sehingga upaya pemerintah dan stakeholder terkait dalam pengembangan ekonomi kreatif masih terbatas.

Berdasarkan kondisi tersebut Bekraf menggandeng BPS untuk menyelenggarakan Survei Khusus Ekonomi Kreatif yang akan dimulai pada awal Agustus tahun ini.

Pemilihan BPS sebagai lembaga pelaksana kegiatan ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa BPS merupakan lembaga yang berwenang dan teruji dalam penyediaan data statistik di Indonesia.

Kerjasama Bekraf dan BPS tertuang dalam MoU yang telah ditanda tangani pada 22 Desember 2015 lalu, sementara kerjasama Survey Khusus Ekonomi Kreatif dilakukan Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan lewat kesepakatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disahkan pada 30 Mei 2016.

Berdasarkan Perpres No 6 Thn 2015 tentang Bekraf dan disempurnakan melalui Perpres No 72 Thn 2015 menyebutkan salah satu tugas dan fungsi Deputi I Bidang Riset, Edukasi dan Pengembangan adalah melaksanakan kebijakan dan program riset, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

Ada 16 sub sektor yang dilingkupi yaitu aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi, dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio. (sak)