Bekraf Luncurkan Trendist di TEI
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Bekraf Luncurkan Trendist di TEI

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan Trend and Dynamic of Islamic Style (Trendist), sebuah karakter dalam busana, furnitur, dan interior yang bergaya Islami di pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2016 di JIC Kemayoran, Jakarta.

Dalam kegiatan ini, Bekraf bekerja sama dengan tiga asosiasi, yaitu Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI), dan Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Dalam lima tahun terakhir, gaya Islami atau Islamic style, terutama dalam gaya busana, mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Diperkirakan, busana bergaya Islami semakin populer dan meluas. Bukan saja di pasar Timur Tengah dan Asia Tenggara, tren busana bergaya Islami juga semakin diminati di Amerika Utara dan Eropa.

Karena itulah, Joshua Simandjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf, mengatakan, Bekraf mencoba mendorong perkembangan tren bergaya Islami dengan berpartisipasi dalam TEI 2016.

Pameran ini merupakan kegiatan business to business (B2B) di mana pembeli atau buyer dari seluruh dunia akan datang dan melihat peluang bisnis di acara ini. “Tugas kami adalah memfasilitasi dan memasarkan karya pendesain Indonesia sehingga mereka bisa menangkap peluang bisnis di acara ini,” ujar Joshua, Rabu (12/10) lalu di arena TEI.

Ali Charisma, Chairman IFC menyatakan kegembiraannya terhadap dukungan dan kepercayaan pemerintah, dalam hal ini Bekraf, pada dunia fashion khususnya busana muslim.

“Kami dari dulu sudah yakin bahwa busana muslim Indonesia bisa diterima di luar negeri. Sekarang, terbukti pemerintah sendiri melihat peluang itu. Trendist ini merupakan inisiatif pemerintah yang perlu kita dukung untuk kemajuan kita semua,” kata Ali.

Ketua Bagian Program HDMI Cosmas Tri Susantho menilai Trendist sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku binis.

“Meski mebel sebenarnya lebih netral dibandingkan busana, memasukkan dan mengemas mebel-mebel dalam gaya Trendist akan membuka peluang baru bagi mebel Indonesia di pasar internasional,” ujar Cosmas.

Dari perspektif interior, Trendist bisa dibilang tren baru yang perlu dikembangkan dan dipopulerkan karena memberi nafas segar di dunia interior. Luthfi Hasan, Ketua Bidang Pemasaran dan Hubungan Luar Negeri HDII, mengatakan, gaya Islami selama ini berkembang pesat di dunia fashion dan belum terlalu menyentuh dunia interior.

“Peluncuran Trendist menjadi kesempatan bagi subsektor fashion, mebel, dan interior untuk bersama-sama menciptakan gaya Islami yang inklusif dan universal serta menangkap peluang bisnis untuk kemajuan bersama,” tutur Luthfi.

Area Trendist Bekraf ini berlokasi di Hall D. Di atas area seluas 400 meter persegi, Bekraf mendirikan tiga stan berbentuk yang menampilkan tiga tren yang diperkirakan akan populer di tahun 2017, yaitu Archean, Vigilant, dan Digitarian.

Pengunjung bisa secara langsung melihat produk-produk busana, furnitur, dan interior karya pendesain Indonesia di dalam Rumah Tomohon dan Rumah Bambu. “Stan kami pasti tidak akan terlewat oleh mata pengunjung karena bangunan Rumah Tomohon dan Rumah Bambu cukup unik dan masif,” imbuh Joshua. Pameran TEI 2016 berakhir Minggu (16/10) malam. (sak)