‘Bertukar Novel’ Picu Minat Baca
PERISTIWA SENI BUDAYA

‘Bertukar Novel’ Picu Minat Baca

Minat membaca mahasiswa masih sangat kurang, dan hal tersebut membuat Nensilianti, dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Makassar (UNM) merasa sangat prihatin. Solusinya adalah ‘bertukar novel’.

“Mahasiswa calon guru di UNM, terutama mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia seharusnya banyak membaca novel agar mampu melakukan kritikan terhadap karya sastra. Namun kenyataannya, dalam 10 mahasiswa yang saya survey belum tentu ada 1 orang yang menamatkan membaca 1 novel dalam sebulan,” ujarnya di kantor USAID PRIORITAS Makassar.

Menurut penelitian yang dirilis Maret 2016 oleh Central Connecticut University Amerika, Indonesia merupakan negara kedua terendah di dunia dalam literasi dari 61 negara yang disurvei, hanya diatasnya Bostwana.

Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa negara-negara yang masyarakatnya kurang literate atau kemampuan literasinya rendah, cenderung menyukai kekerasan, kurang cerdas dan kurang gizi. “Salah satu yang menyebabkan mahasiswa cenderung suka kekerasan dan sering melakukan tawuran juga kurangnya membaca buku,” tegas Nensi.

Menghadapi kenyataan tersebut, dosen yang juga Spesialis Pengembangan LPTK USAID PRIORITAS ini memfasilitasi program yang disebut “Bertukar Novel”.

Setiap mahasiswanya dia minta mengumpulkan 1 novel saja. Sesuai jumlah mahasiswa, jumlah novel yang terkumpul untuk setiap kelas rata-rata 37 novel dengan judul yang berbeda-beda.

Seorang mahasiswa yang ditunjuk menjadi sekretaris kelas mendata semua novel dan memberikan penomoran. Setiap minggu novel-novel tersebut di-rolling antar mahasiswa sekelas. “Mahasiswa-mahasiswa tersebut harus menyelesaikan membaca 1 novel dalam satu minggu,” ujarnya.

Mahasiswa juga harus membuat sinopsis dari setiap novel yang mereka baca dan dituangkan dalam sebuah buku yang disebut “Buku Kumpulan Sinopsis Novel,” Setiap synopsis yang telah diselesaikan dilaporkan ke dosen dan dosen memberikan paraf.

“Selain itu, sepuluh menit di awal perkuliahan, para mahasiswa harus menceritakan isi novel yang mereka baca dalam minggu tersebut. Hal ini juga dimasukkan dalam penilaian” ujarnya. So simple. (sak)