BI Resmikan Bank Indonesia Institute
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

BI Resmikan Bank Indonesia Institute

Bank Indonesia meresmikan Bank Indonesia Institute (BI Institute), sebuah lembaga studi dan riset ekonomi bertaraf internasional. BI Institute didirikan untuk meningkatkan kualitas dan keandalan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi.

Hal ini semakin penting untuk menjawab berbagai tantangan eksternal, mengingat perubahan tatanan ekonomi global yang semakin dinamis. Bagi BI, penguatan sumber daya manusia harus terus dilakukan, untuk beradaptasi dan memperkuat efektivitas kebijakan BI.

Kegiatan utama BI Institute adalah pembelajaran, penelitian, kemitraan dan eksposur publik. Selain menyediakan program pembelajaran untuk peningkatan kompetensi pegawai BI, BI Institute membuka pula kesempatan pembelajaran bagi pihak eksternal.

Di bidang penelitian, BI Institute mengembangkan dan memperbarui kurikulum pengajaran melalui riset terkini dan strategis di area makroekonomi-moneter, stabilitas sistem keuangan, pasar keuangan, sistem pembayaran, pengelolaan uang rupiah, dan manajerial-kepemimpinan.

Untuk mendukung program pembelajaran, BI Institute menjalin kemitraan dengan institusi ternama baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa mitra BI Institute adalah IMF, Federal Reserve Bank of New York, Bundesbank, APRA, Banque de France, SEACEN, Lembahanas, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gajah Mada.

Bentuk kegiatan eksposur publik dilakukan dengan mengadakan rangkaian seminar dan workshop dengan menghadirkan pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri. Selain itu, sebagai bentuk kontribusi untuk mendukung pengembangan keilmuan, BI Institute juga melakukan edukasi kebanksentralan ke berbagai perguruan tinggi serta mendukung kegiatan penelitian di bidang tersebut.

Grand launching dilakukan pada 22-08-2016 di Jakarta, oleh Gubernur BI, Agus DW Martowardojo. “Pendirian BI Insitute merupakan bagian dari program transformasi BI untuk mencapai visi menjadi bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional. Untuk itu, BI Institute memiliki dua tujuan utama, yaitu menjadikan BI sebagai Learning Based Organization serta menjadi pusat studi dan riset terkemuka tingkat dunia,” kata Gubernur BI.

Hadir dalam peluncuran beberapa anggota Dewan Kehormatan BI Institute dari dalam maupun luar negeri, yaitu Boediono (Wakil Presiden RI 2009–2014), J Soedradjad Djiwandono (Gubernur BI 1993–1998), M Chatib Basri (Menkeu RI 2013–2014), Hal Hill (Professor of The Australian National University), dan Andrew Sheng (Adjunct Proffesor of Tsinghua University dan University of Malaya).

Para tokoh tersebut, serta anggota Dewan Kehormatan Lainnya, termasuk BJ Habibie (Presiden RI 1998–1999) dan Joseph E Stiglitz (Professor of Colombia University) turut memberi warna pada arah pengembangan kegiatan studi dan riset di BI Institute.

Sinergi pemikiran dan pandangan dari para tokoh terkemuka dalam Dewan Kehormatan diharapkan menjadikan BI Institute sebagai lembaga yang terpercaya, serta memiliki reputasi internasional dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul. (sak)