Biaya Interkoneksi Seluler Diturunkan
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Biaya Interkoneksi Seluler Diturunkan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) selesai menghitung perubahan tarif interkoneksi untuk operator seluler di Indonesia. Perubahan tersebut sesuai ketentuan dalam Peraturan Menkominfo No 8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi. Tujuannya semata-mata demi efisiensi.

Menkominfo Rudiantara mengatakan ada 18 skenario panggilan yang tarif interkoneksinya diturunkan, sebesar 26 persen. Rudiantara berharap bisa memicu tarif ritel yang lebih murah sehingga efeknya diharapkan berupa penurunan tarif ritel antara 15-30 persen dan bervariasi tergantung jenis panggilan yang dilakukan juga pola trafik operator.

Menurut Rudiantara biaya interkoneksi ini tidak sama, karena harus dilihat pada pola trafik operator juga berdasarkan negosiasi business to business, biaya (tarif) interkoneksi (yang diumumkan) jadi acuan untuk negosiasi antar operator.

Dengan demikian, murah atau tidaknya panggilan lintas operator bergantung kepada negosiasi antar operator seluler itu sendiri, dengan menggunakan komponen tarif interkoneksi yang baru.

Hasil perhitungan biaya interkoneksi sebagaimana tercantum di bawah ini mulai berlaku pada tanggal 1 September 2016 sampai dengan Desember 2018 dan dapat dievaluasi oleh BRTI setiap tahunnya. Dafatranya bisa dilihat di web https://kominfo.go.id.

Tarif interkoneksi ini adalah biaya yang mesti dikeluarkan operator untuk melakukan panggilan lintas jaringan. Tarif tersebut merupakan salah satu komponen dalam menentukan tarif ritel yang akan dikenakan pada pelanggan layanan telekomunikasi.

Selain itu, masih ada perhitungan mengenai margin dan service activation fee. Formula perhitungan tarif interkoneksi ini ditetapkan pemerintah. Sedangkan operator hanya memasukan data yang diperlukan sesuai kondisi jaringan masing-masing operator.

Setelah merilis hasil perhitungan interkoneksi, langkah selanjutnya menunggu Dokumen Penawaran Interkoneksi (DPI) dari para operator. DPI sendiri merupakan dokumen berisi acuan kerjasama interkoneksi antara satu operator dengan yang lainnya.

Dokumen ini disusun oleh semua operator dengan merujuk pada Dokumen Petunjuk Penyusunan DPI (P2DPI) yang tertuang dalam Permen 8/2006. Kemenkominfo mendorong penurunan biaya interkoneksi dengan tujuan ingin memberikan efisiensi dan keberlanjutan industri penyelenggara telekomunikasi, tanpa mengurangi kualitas layanan.(sak)