Biaya Logistik, Faktor Penting e-Commerce
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Biaya Logistik, Faktor Penting e-Commerce

Logistik menjadi salah satu isu penting pembangunan e-commerce Indonesia, oleh karena itu salah satu kebijakan pemerintah diarahkan menekan biaya logistik agar e-commerce dapat berkembang.

“Biaya logistik dalam e-commerce sangat tinggi. Besarnya biaya ini dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan. Sehingga persoalan delivery time menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan pemerintah,” jelas Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO, Lies Sutjiati.

Lies menyampaikannya pada Acara Indonesia Transport Supply Chain & Logistic (ITSCL) dan Jakarta International Logistic Summit & Expo (JILSE) Logistic Summit 2016 di Jakarta, Jumat (21/10).

Menurut Lies, pemerintah telah melakukan strategi terkait hal ini diantaranya dengan mengundang para player agar biaya logistik bisa turun.

“Pemerintah telah melakukan sejumlah inisiatif diantaranya Proyek Tol Laut, Sislognas dan Pos Logistik. Selain itu kita juga memiliki Paket Ekonomi yang bertujuan mempercepat logistik dari desa ke kota,” jelasnya.

Hal itu dilakukan karena pasar e-commerce di Indonesia sangat besar, sehingga pemerintah mendorong berkembangnya perusahan logistik.

“Jika e-commerce kita berkembang, begitu juga dengan logistiknya. Be creative, karena bisnis logistik Indonesia sangat menjanjikan,” tegas Lies.

Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Pangerapan menambahkan sekitar 10 persen komponen pertumbuhan e-commerce adalah logistik. Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong PT Pos untuk terlibat.

“PT Pos mempunyai jaringan yang luas hingga ke kecamatan. Dari sisi infrastruktur juga sudah tersedia. Kami akan membahas lebih lanjut untuk pembaruan PT Pos agar berperan di sisi logistik,” ungkap Semuel.

Pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap potensi e-commerce di Indonesia. Saat ini ada 7 isu dan 31 inisitif pada peta jalan (roadmap) e-commerce Indonesia.

“Dari tujuh isu tersebut ada 31 inisiatif yang sudah dibuat interdependensi. Kita targetkan pada tahun 2020 nilai e-commerce Indonesia bisa mencapai 130 miliar USD. Kita lakukan kerjasama dengan ekosistem player untuk membuat Indonesia menarik bagi investor,” ungkap Lies.

Lies menjelaskan pemerintah memiliki berbagai program untuk mendukung perkembangan e-commerce Indonesia.

“Selain program 1000 Teknopreneur, kita memiliki program lain yaitu Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital dimana targetnya adalah 1 juta petani dan nelayan go digital,” jelas Lies.

Juga ada program 8 juta UMKM Go Digital, dan terakhir adalah 187 Kabupaten 3 T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) menjadi desa broadband terpadu. (sak)