Bismo, Sang Wisudawan Termuda ITS
PERISTIWA PROFIL

Bismo, Sang Wisudawan Termuda ITS

Umumnya, seorang mahasiswa menyandang gelar wisudawan ketika berusia di atas 20 tahun. Itupun jika tidak ada aral melintang. Namun ada juga beberapa yang merayakan prosesi wisuda di usia belasan tahun.

Seperti salah satu mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang menyandang status sebagai wisudawan termuda di Prosesi Wisuda ke-114, Minggu (25/9).

Adalah Bismo Ishyafaputro AMd, mahasiswa D3 Teknik Elektro ITS 2013 yang menjadi wisudawan termuda ITS. Jika lulusan D3 pada umumnya lulus di usia 21 tahun, berbeda halnya dengan Bismo, ia diwisuda pada umur 19 tahun.

Pria berkacamata tersebut lahir di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 1 April 1997. “Saya masuk SD umur lima tahun, dan pas SMA akselerasi,” tuturnya. Normalnya, pemuda seusia Bismo adalah angkatan 2015.

Bismo memasuki Taman Kanak-kanak (TK) pada usia tiga tahun. Kemudian melanjutkan pendidikan SD di Malang, Jawa Timur. “Dulu orangtua dinas di Kalimantan Tengah,” ujar alumnus SMAN 5 Malang tersebut.

Ditanya soal rencana melanjutkan studi melalui lintas jalur (LJ), Bismo mengaku belum ada rencana untuk mengarah kesana dalam waktu dekat. “Sementara udah diterima kerja. Jadi mau kerja dulu. Sambil jalan nanti lanjutkan sekolah,” terang Bismo.

Saat ini, Bismo telah diterima bekerja di PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN). “Alhamdulillah diterima di PLN. Belum tahu mau ditempatkan di PLN mana. Desember baru berangkat diklat,” tambahnya.

Bismo mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan wisuda di usia yang terbilang masih muda. “Alhamdulillah bersyukur sama Allah. Perasaan pasti bangga dan seneng banget bisa duduk di antara wisudawan lain yang umurnya di atas saya. Hal ini membuktikan bahwa usia muda tidak membatasi untuk berprestasi,” pungkasnya.

Ke depannya, Bismo berharap agar apa yang telah dipelajari dan diperjuangkannya selama ini dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang banyak. (sak)