BNI Sosialisasi Tax Amnesty di Singapura
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

BNI Sosialisasi Tax Amnesty di Singapura

Seiring rencana pemerintah memberikan fasilitas pengampunan pajak atau tax amnesty bagi wajib pajak, Kedubes RI untuk Singapura dan Bank BNI mensosialisasikan kebijakan baru tersebut pada nasabah setianya dan debitur langsung di pusat transaksi bisnis dunia, yaitu Singapura.

Pada kesempatan tersebut, BNI sebagai perbankan menempatkan diri menjadi bagian penting dari kampanye Tax Amnesty, antara lain menjadi tempat konsultasi nasabah dan debitur dalam memanfaatkan secara maksimal fasilitas yang memiliki limitasi waktu tersebut.

Sosialisasi dilaksanakan di Singapura, Rabu (29/06) lalu. Hadir Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo, serta Direktur Tresuri & Internasional BNI Panji Irawan.

KBRI mengundang sekitar 50 nasabah dan debitur BNI pada acara Buka Puasa Bersama Duta Besar RI, Mengenal Lebih Jauh Rencana Pemerintah RI Terkait Tax Amnesty.

Panji Irawan mengungkapkan, fasilitas Tax Amnesty merupakan penawaran yang sangat sayang dilewatkan oleh wajib pajak, karena pemerintah memberikan berbagai paket keringanan bagi wajib pajak yang berniat mendeklarasikan penghasilan kena pajaknya secara terbuka (voluntary declaration) atau membayar pajak yang belum terbayarkan.

Kesediaan wajib pajak mendeklarasikan pajak atau membayar pajak akan membantu pemerintah membangun pusat data perpajakan yang jauh lebih akurat, serta menghimpun penerimaan pajak yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan melalui APBN, terutama pembiayaan infrastruktur.

“Pemerintah telah menegaskan, tidak akan ada lagi Tax Amnesty setelah ini. Selain itu, Tax Amnesty juga perlu difahami tidak berlaku hanya untuk wajib pajak korporasi besar,” ujar Panji.

Disebutkan, fasilitas ini juga berlaku bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta bagi wajib pajak individu. Program Tax Amnesty ini akan memberikan keuntungan bagi para wajib pajak yang akan membawa asetnya ke dalam negeri, berupa insentif yang sangat menarik, yang tergantung pada periode pelaporannya.

Disamping itu, Panji menuturkan, BNI siap memaksimalkan perusahaan membantu wajib pajak menyalurkan dana repatriasi pada berbagai instrumen keuangan yang disiapkan perbankan, sebagai salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi jika ingin mendapatkan fasilitas tax amnesty.

BNI menyediakan instrumen investasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan dana repatriasi Tax Amnestyini. Produk dan jasa andalan BNI antara lain Agen Trustee, Bank kustodi, Produk treasury,Wealth Management, hingga Asset Management.

Para pembicara lain juga memberikan penjelasan terkait fasilitas Tax Amnesty, yaitu Robert Pakpahan dan Yustinus Prastowo. BNI sebagai salah satu bank BUMN dan juga Bank Persepsi di Indonesia, memiliki peran penting mendukung pelaksanaan kebijakan ini. BNI merupakan kelompok usaha lembaga keuangan terkemuka yang memiliki jaringan luas di dalam negeri serta enam Kantor Cabang Luar Negeri, termasuk BNI Singapura. (sak)