Brevet Hiperbarik Bagi Tentara Thailand
KESEHATAN PERISTIWA

Brevet Hiperbarik Bagi Tentara Thailand

Kepala Dinas Kesehatan TNI AL (Kadiskesal) Laksamana Pertama TNI dr IDG Nalendra selaku Inspektur upacara, menyematkan brevet hiperbarik kepada 8 Tentara Thailand yang teridir dari 2 Perwira tinggi, 5 Perwira menengah, 1 Perwira pertama, Senin (26/8/2019).

Sementara dari pihak TNI terdiri dari 5 Perwira TNI AU (2 Perwira Tinggi, 3 Pamen) dalam sebuah upacara militer di Aula Lembaga Kesehata TNI AL,( Lakesla) Rumkital dr Ramelan Surabaya.

Penyematan berevet hiperbarik tersebut secara langsung disaksikan Kepala Puasat Kesehatan TNI (Kapuskes) Mayor Jendral TNI dr. Bambang Dwi Hasto HS beserta staf dan undangan lainnya.

Brivet Hiperbarik yang disematkan merupakan brivet kehormatan yang diberikan kepada para tentara Thailand maupun kepada perwira TNI AU tersebut merupkan sebuah penghargaan atas atas jasa–jasanya dalam membangun hubungan bilateral kedua negara khususnya dalam kesehatan keangkatan lautan.

Kesehatan hiperbarik Lakesla RSAL dr Ramelan Surabaya telah berdiri sejak tahun 1982 , dan saat itu juga langsung melaksanakan pelayanan kesehatan hiperbarik kepada pasien baik TNI- Polri dan keluarga maupun masyarakat umum.

Pelayanan terapi oksigen Hiperbarik (HBO) merupakan suatu terapi atau pengobatan dengan menggunakan gas oksigen 100% sebagai media nafas pada tekanan lebih dari 1 ATA (atmosfir absolut) dalam suatu ruangan udara bertekanan tinggi (RUBT).

Terapi oksigen dapat bertindak sebagai terapi utama maupun komplementer pada kasus klinis yang dilakukan bersama dengan terapi konvensional.

Oksigen hiperbarik dapat di gunakan dalam pengobatan penyakit dekompresi akibat penyelaman, diabetis mellitus, emboligas, keracunan CO dan CO2, paska stroke, luka bakar, congkokan kulit, osteomyetilites, sudden deafness/ tuli mendadak, autism, alergi ( dermatitis, asma bronchiale, dll), radionekrosis, jantung coroner, infertilitas, meningkatkan IQ, Kebugaran dan kecantikan.

Pusat Kesehatan TNI telah menjalin kerjaa sama dengan Military Medicine Coordination Center of TRARF HQ sejak 2015 yangtelah di wujudkan dalam kegiatan Thainesia Military Medicine I TA 2015 di Jakarta dan berlanjut di Thailand secara bergantian.

Kapuskes TNI dalam sambutannya menyatakan kegiatan Thainesia Military Medicine memiliki maksud untuk terjaganya ikatan persaudaraan antar negara Asean (Asean Broterood) serta terciptanya perdamaian dikawasan Asia tenggara khususnya antara Indonesia dan Thailand.

Sedangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan kapsitas, kapabilitas, interoperabilitas serta kesiapsiagaan kedua negara di kawasan Asia Tenggara dibidang kesehatanmiliter khususnya yang berhubungan dengan Humanitarian Asistance and Disaster Realeace (HADR) serta Joint Peacekeeping Operation (PKO).

Kegiatan 5th Thainesia Military Medicine pada tahun 2019 ini menitik beratkan pada kesehatan keangkatanlautan dengan mengusung tema “Achieved Outcomes and Challenges Encountered” dengan melibatkan 8 personil dari RTARF yang dipimpin langsung oleh Jendral Prajak Boonjitpimol dimana kesehariannya sebagai Surgeon General Military Medicine Coordination Center RTARF HQ, sementara dari TNI melibatkan Perwira tingii, perwira menengah, perwira pertama dari ke-3 angkatan.

Sementara itu, Prajak Bunjitpimol selaku pemimpin dari delegasi Thailand, seusai penandatanganan kerjasama antara kedua negara tersebut, khususnya dalam bidang kesehatan keangkatanlautan, “kan membawa apa yang didapat dari Lakesla RSAL dr Ramelan Surabaya dan selama di Rumkitlap (rumah sakit Lapangan) milik satuan Marinir serta ke Koaramada II melihat keberadaan kapal rumah sakit (KRI SHS 990) ke negaranya guna meningkatkan institusinya” pungkasnya. (ita)