Bromo Aman untuk Jazz Gunung 2016
JALAN-JALAN PERISTIWA

Bromo Aman untuk Jazz Gunung 2016

Wagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf memastikan Gunung Bromo aman untuk pelaksanaan Jazz Gunung 2016 18-19 Agustus mendatang. Meskipun saat ini Gunung Bromo berstatus waspada, tetapi pelaksanaan Jazz Gunung 2016 selalu menaati aturan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait radius aman.

“Sesuai data dari PVMBG, radius yang dilarang adalah 1 km dari kawah aktif, selebihnya masih aman untuk wisatawan. Sedangkan pelaksanaan Jazz Gunung ini radiusnya 6 km, jadi saya pastikan aman,” ujarnya saat jumpa pers terkait pelaksanaan Jazz Gunung 2016 di ruang kerjanya di Grahadi Surabaya, Rabu (10/08) siang.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, melihat sejarah letusannya arah letusan Bromo ini ke atas, sehingga tidak mengganggu wilayah sekitarnya termasuk area pelaksanaan Jazz Gunung 2016. Ia meminta masyarakat yang akan menonton acara ini tidak perlu takut dan risau akan status Gunung Bromo.

“Mari kita buktikan pada masyarakat luas, baik dalam dan luar negeri bahwa Bromo aman untuk dikunjungi baik untuk wisata maupun event-event seperti ini,” ujarnya.

Ia mengapresiasi pelaksanaan Jazz Gunung 2016 karena diadakan di salah satu icon pariwisata Jatim yakni Gunung Bromo. Menurutnya, saat ini pemerintah pusat sedang mengonsep pariwisata terintegrasi antara Gunung Bromo, Gunung Tengger dan Gunung Semeru. Kawasan Bromo-Tengger-Semeru adalah 1 dari 10 destinasi yang ditetapkan pemerintah sebagai destinasi prioritas Indonesia.

Tak hanya itu, Gunung Bromo menjadi salah satu pariwisata andalan Jatim dimana Upacara Kesada dan Jazz Gunung masuk dalam event bergengsinya. “Pariwisata adalah masa depan kita, dan ini harus kita kembangkan,” ujarnya.

Tak hanya itu, event Jazz Gunung 2016 ini sebagai bentuk apresiasi pada pihak swasta yang telah berusaha mengembangkan kawasan wisata yang ada di Jatim dengan tetap berprinsip pada kaedah pro lingkungan. Melalui event ini, tingkat kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo diharapkan bisa meningkat.

Ia menambahkan, pelaksanaan event ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar Bromo. Terlebih lagi target penonton Jazz Gunung ini adalah 4.000 orang. Tentunya akomodasi seperti hotel atau penginapan, rumah makan dan transportasi akan mengalami kenaikan.

Sigit Pramono, penggagas event Jazz Gunung menyampaikan bahwa Jazz Gunung ini berbeda dengan event-event jazz yang lain. Selain diadakan di ketinggian 2.000 dpl, event ini juga menampilkan jazz etnik dimana memadukan musik tradisional dari Jawa, Bali dan Sunda.

Event Jazz Gunung 2016 ini akan dilaksanakan pada 19-20 Agustus di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kab Probolinggo. Tahun ini merupakan tahun ke-8 pelaksanaan Jazz Gunung. Tahun lalu, tercatat lebih dari 3.600 orang menonton event ini. Beberapa musisi yang akan mengisi event ini diantaranya Djaduk Ferianto, Ermy Kulit, The Groove, Shaggydog, Richard Hutapea, Dwiky Dharmawan, Bonita dan beberapa musisi jazz dari luar negeri. (sak)