Buying Mission Delegasi Oman ke Indonewsia
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Buying Mission Delegasi Oman ke Indonewsia

Kementerian Perdagangan terus mengembangkan pasar ekspor dengan melakukan misi pembelian (buying mission). Kali ini, sekitar 20 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari Kadin North Batinah Oman dipertemukan pelaku usaha Indonesia di Jakarta dalam acara misi pembelian.

“Kami yakin misi pembelian seperti ini dapat membangun jejaring pengusaha antara pelaku usaha kedua negara dan sebagai salah satu upaya penetrasi pasar nontradisional,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda, Rabu (27/7).

Kunjungan Delegasi Oman yang diketuai Anggota Dewan Kadin North Batinah, Khalid Abdullah Al-Hosni merupakan langkah strategis dan peluang meningkatkan perdagangan dan investasi Indonesia-Oman pascamisi dagang terpadu Indonesia di Oman, akhir Maret 2016.

“Delegasi Oman telah diinformasikan mengenai paket kebijakan deregulasi ekonomi Indonesia dan mereka menyambut baik peluang-peluang di bidang ekonomi,” imbuh Arlinda.

Beberapa sektor dan produk yang diminati pelaku usaha Oman antara lain pariwisata, tenaga kerja profesional, logistik, sektor konstruksi, jasa teknologi informasi, plastik, bahan bangunan, makanan dan minuman, serta obat-obatan untuk hewan ternak.

Pada kunjungan misi pembelian ini, Delegasi Oman melakukan business matching dengan 53 pelaku usaha Indonesia. Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia bernegosiasi lebih dalam dengan pelaku usaha Oman guna tercapai kesepakatan. Dalam pertemuan tersebut para pelaku usaha Indonesia juga memamerkan produknya untuk lebih meyakinkan mitranya dari Oman.

Delegasi Oman juga diagendakan melakukan kunjungan ke lokasi industri Indonesia (Jababeka Industrial Park dan SMESCO) pada 29 Juli 2016. Selanjutnya, 30 Juli 2016 juga akan diselenggarakan business forum dan one on one business matching dengan Kadin Jawa Barat yang bertempat di Menara Kadin Jabar lantai 4. Pada hari yang sama juga akan dilakukan kunjungan ke Saung Mang Udjo.

“Ke depan, diharapkan kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan sehingga dapat mempererat hubungan Indonesia dan Oman. Tidak hanya peningkatan di bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga sektor lain yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Arlinda.

Data BPS menunjukkan nilai total perdagangan nonmigas Indonesia-Oman periode 2011-2015 masih memperlihatkan pertumbuhan negatif 11,88 persen per tahun.

Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Oman 2011-2015 memperlihatkan tren positif 2,85 persen per tahun. Sementara tren nilai impor nonmigas Indonesia dari Oman adalah negatif 22,50 persen per tahun pada periode sama.

Neraca perdagangan nonmigas kedua negara periode Januari-Maret 2016 surplus 39,89 juta USD. Nilai ini meningkat 1,15 persen bila dibandingkan periode sama 2015 senilai 39,44 juta USD.

Produk ekspor utama Indonesia ke Oman pada periode 2011 sampai Maret 2016 meliputi minyak kelapa sawit, plywood, kendaraan bermotor, kertas dan produk kertas, furnitur, minuman nonalkohol (termasuk susu dan beer nonalkohol), ban, alat tulis, ikan beku, elektronik, serta tekstil dan produk tekstil. (sak)