Calon Bupati Mesuji Berguru ke Risma
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Calon Bupati Mesuji Berguru ke Risma

Calon Bupati Kabupaten Mesuji, Lampung Febriana Lesisie Tantina Senin (3/10) siang mengunjungi ke Balai Kota Surabaya. Kunjungan yang dilakukan secara khusus bertujuan ’berguru’ pada Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Dihadapan walikota, Febrina Lesisie Tantina mengatakan terus terang keinginanya menimba ilmu tentang tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi. Pada kesempatan sama, Febriana juga minta saran bagaimana menciptakan pembangunan kota yang selaras dengan kondisi alam dan lingkungan.

Mesuji merupakan kabupaten dengan jarak terjauh dari Bandar Lampung, ibukota Lampung. Mesuji berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan.

Kabupaten Mesuji merupakan pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang dengan luas wilayah 2.184,00 km², dengan jumlah penduduk sekitar 190.000 jiwa. Febrina berpasangan dengan Adam Ishak diberangkatkan koalisasi PDI Perjuangan dan Partai Hanura.

Pilkada Mesuji hanya diikuti dua pasang calon Febriana-Adam Ishak (wakil bupati sekarang) melawan pasangan Petahana Khamami yang berpasangan dengan H Saply yang diusung Partai Nasdem, Demokrat, Pan, PKS, PKB dan Golkar.

“Saya berterima kasih pada Bu Risma yang telah menerima saya bersama rombongan yang datang jauh dari Mesuji. Harapan saya ke depan tentu saja, saat memimpin seluruh hak warga Kabupaten Mesuji dapat terpenuhi dan terciptanya pemerintahan yang bersih seperti di Surabaya,” imbuh Febriana.

Sebaliknya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyambut hangat kehadrian tamu yang datang dari jauh itu. Pesannya pada Febrina untuk tidak bosan-bosannya menyapa warga. Mendengar langsung dari warga itu, kata Risma, merupakan salah satu solusi paling jitu menyelesaikan masalah dari akar rumput secara langsung.

“Mendengar keluhan, berdialog sekaligus memberikan solusi atas masalah yang dihadapi merupakan salah satu solusi untuk menata kota langsung dari akar rumput. Jika kita berjuang untuk kemajuan Kota/Kabupaten, maka warga pasti akan mendukung,” tegas Walikota perempuan pertama di Surabaya tersebut.

Selain itu, Risma juga menguatkan hati Febrina, agar tidak perlu khawatir dengan poltik uang yang dilakukan pesaing. Risma menjelaskan, di era keterbukaan informasi masyarakat sudah dewasa dan pintar. “Sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan cara curang dalam pemilihan kepala daerah. Masyarakat sudah pintar. Yakinlah suara rakyat adalah suara Tuhan,” imbuh walikota menenangkan. (sak)