Canda Ahok Beli Pesawat Seharga 10 UPS
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Canda Ahok Beli Pesawat Seharga 10 UPS

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melontarkan candaan kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Santoso untuk membeli pesawat. Guyonan itu dia sampaikan usai memberi kata sambutan dalam pembukaan pelatihan Pengembangan Kapasitas Pegawai Pemprov DKI. Salah satu pihak yang hadir yakni PT Dirgantara Indonesia.

Saat menerima cenderamata dari PT Dirgantara Indonesia, Ahok menerima miniatur pesawat terbang. Ia pun langsung memanggil Heru dan menyebut harga pesawat tersebut. “Pak Heru, beli ini (pesawat) satu. (Harganya) hanya 10 UPS (Uninteruptible Power Supply),” ujar Ahok seraya tertawa di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/10).

Begitu namanya dipanggil, Heru yang duduk di dekat panggung, langsung berdiri dan agak sedikit membungkuk. Ia pun hanya tertawa tanpa memberikan komentar apapun. Ahok memberi penjelasan, guyonan tersebut terlontar sebab ada pembicaraan dari pihak PT Dirgantara Indonesia yang akan membuat pesawat.

“Dirgantara ada bikin pesawat, lebih ini yang bisa turun ke air (kapasitas) 19 penumpang, dia cerita. Gue cuma bercanda doang kok. Harganya Rp 50-60 miliar satu unit. Ya aku bilang cuma 10 UPS. Bisa buat ambulan Kepulauan Seribu kan. Mendarat. Tapi kan helikopter saya pikir sudah (cukup),” terang Ahok.

Sebelumnya Direktur Utama PTDI, Budi Santoso dan Ahok menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Pemprov DKI Jakarta di Balai Agung Pemprov DKI Jakarta dalam rangka peningkatan pelayanan publik dan akuntabilitas melalui pengembangan teknologi informasi pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat proses peningkatan pelayanan publik dan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset daerah untuk mewujudkan Good Government Governance.

Penandatanganan tersebut adalah bentuk baru dari kerjasama PTDI dengan Pemprov DKI Jakarta yang sudah terjalin sejak tahun 2002 dan masih berlanjut hingga saat ini.

PTDI mendapatkan berbagai pekerjaan dari Pemprov DKI Jakarta tersebut, melalui proses lelang, sehingga penandatanganan Kesepakatan Bersama, merupakan langkah baru dalam kerjasama antara PTDI dan Pemprov DKI Jakarta. Selain bentuk kerjasama yang mungkin dilakukan melalui mekanisme baru, juga ruang lingkup kerja sama diperluas.

Selama ini, kerjasama yang sudah dilakukan adalah dalam bidang teknologi informasi, nantinya diperluas antara lain dengan penyusunan kajian implementasi teknologi transportasi udara guna menunjang pelayanan publik pihak Pemprov DKI Jakarta.

Berdasarkan pengalamannya, PTDI memiliki beberapa alternatif yang dapat ditawarkan, salah satunya menggunakan kendaraan Landing Hovercraft Utility (LHU). “Kami mempersilahkan untuk menggunakan hasil pengembangan PTDI ini untuk diproduksi oleh perusahaan lain di Indonesia,” kata Budi Santoso.

Alternatif lainnya yang dapat ditawarkan adalah menggunakan pesawat N219 Amphibi, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan bekerja sama dengan pihak LAPAN. Pesawat ini sangat cocok untuk digunakan sebagai moda transportasi yang akan mendukung kegiatan di Kepulauan Seribu. (sak)