CommTECH 2016, Belajar Gunung Berapi dan Kawasan Pesisir
KOMUNITAS PERISTIWA

CommTECH 2016, Belajar Gunung Berapi dan Kawasan Pesisir

Ajang berkumpul pemuda–pemudi dari seluruh penjuru dunia kembali diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Community and Technological (CommTECH) kembali hadir dengan mengusung tema Ring of Fire dan Strands of Sands. Kegiatan internasional ini sudah melahirkan banyak alumni dari seluruh penjuru dunia.

CommTECH Camp Highlight 2016 adalah kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan ITS International Office sejak 2012 dan tahun ini merupakan ke-7 kalinya. Sejak tahun 2015, ITS mengadakan kegiatan ini menjadi dua kali setahun.

Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD, Rektor ITS menyambut kedatangan peserta CommTECH sekaligus meresmikan gelaran internasional, Senin (22/8). Dijelaskan makna dari tema yang diusung Commtech tahun ini. Indonesia adalah salah satu negara yang dilalui oleh cincin api. Sehingga, banyak gunung berapi dapat ditemui di Indonesia. CommTECH bakal berlangsung hingga 28 Agustus 2016.

Sembari menyambut kedatangan peserta, Joni menceritakan Indonesia yang terdiri dari negara kepulauan dan terdapat lebih dari 17 ribu gugusan pulau yang tersebar disepanjang garis khatulistiwa. Joni juga mengenalkan Surabaya kepada peserta. “Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Sehingga jangan heran jika kota ini memiliki penduduk yang cukup padat,” imbuh mantan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS ini.

Joni berharap, program ini dapat mengundang minat mahasiswa asing datang ke ITS. “Selain itu, dampak lainnya mahasiswa ITS dapat bergaul secara Internasional,” tuturnya. Bahkan Joni mengungkapkan Commtech dinobatkan sebagai salah satu program yang baik untuk mahasiswa oleh salah satu majalah Asia. “Hal ini menjadi motivasi bagi kami,” tuturnya.

CommTECH Camp Highlight 2016 diikuti 35 peserta berasal dari kalangan mahasiswa, staf dan dosen perwakilan dari universitas masing-masing. Program ini bertujuan memperkenalkan ITS, kepada masyarakat di seluruh dunia dan sebagai wadah untuk bertukar pikiran, mendiskusikan, dan memecahkan masalah lokal dengan pengetahuan secara global sesuai dengan tema acara ini yakni Solving Local Problems with the Global Knowledge.

Masing-masing mempelajari lebih detail mengenai topik yang dipilih. Peserta grup Ring of Fire mempelajari gunung api dan kaitannya dengan kearifan lokal Indonesia. Sementara peserta grup Strands of Sand memelajari manajemen area pesisir dengan Indonesia sebagai studi kasusnya.

Tidak hanya di kelas, peserta juga akan mengunjungi beberapa lokasi untuk memperkuat topik yang dipelajari seperti Lumpur Lapindo, Kawasan Geologi Candi Trowulan, PT Terminal Teluk Lamong dan Kawasan Mangrove Wonorejo. Peserta juga tetap mendapatkan sentuhan budaya Indonesia dalam program ini, seperti belajar Bahasa Indonesia, belajar tari dan musik tradisional dan permainan tradisional.

Peserta CommTECH berasal dari 13 negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Filipina, Vietnam, Denmark, Kamboja, Ukraina, Jerman, Yaman, Taiwan, Uzbekistan dan Jepang. (sak)