Dana Rights Issue untuk Infrastruktur
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Dana Rights Issue untuk Infrastruktur

Empat badan usaha milik negara (BUMN) yang berhubungan dengan infrastruktur mendapatkan persetujuan atas right issue oleh Pemerintah. Keempat BUMN tersebut adalah Krakatau Steel, Pembangunan Perumahan (PP), Wijaya Karya (Wika), dan Jasa Marga (JSMR).

Right issue merupakan metode penerbitan saham baru alias saham tambahan dengan skenario melakukan pemesanan lebih awal untuk pemegang saham. Pemerintah sendiri, pada perencanaannya akan mengeluarkan dana sekitar 14 triliun mengenai skenario right issue ini.

Adapun pembagian dananya dibagi dari dana pemerintah sekitar Rp 9 triliun, dan sisanya dari dana publik yang berkisar Rp 5,3 triliun. Pembicaraan mengenai besaran dana masih terus menjadi bahan perbincangan.

Rights issue ini merupakan bagian program privatisasi untuk memperkuat permodalan 2016. Selain itu, right issue bertujuan melakukan penguatan terhadap proyek infrastruktur yang didukung oleh pemerintah.

Dengan pemerintah menyetujui skema pengakusisian saham rights issue, akan semakin menguatkan posisi pemerintah sebagai pemegang saham utama. Bahkan tidak ada pengurangan jumlah saham saat rights issue dijalankan.

Diperkirakan skema rights issue ini akan mulai dijalankan dari pekan ketiga Oktober sampai pertengahan Desember 2016. Keempat BUMN tersebut diketahui telah mendaftarkan rencana right issue kepada Bursa Efek Indonesia.

Sebagian besar dana right issue digunakan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tol menjadi alasan Jasa Marga berpartisipasi dalam skema rights issue ini. Rights issue dialihgunakan untuk pemanfaatan pembiayaan empat titik jalan tol yang berbiaya Rp 30,4 triliun.

Diperkirakan nilai rights issue Jasa Marga senilai Rp. 1,8 triliun, dengan skema pembiayaan porsi rights issue Rp 1,250 triliun (PMN) dan Rp 575 milliar (publik).

Begitu juga dengan Wijaya Karya. Dana rights issue akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol Balikpapan – Samarinda dan Manado – Bitung. Wika memiliki nilai right issue sekitar Rp 6,1 triliun. Adapun porsi skema pembiayaan rights issue dengan Rp 4 triliun (PMN) dan Rp 2,1 triliun (publik).

Dua BUMN lainnya, PT PP dan Krakatau Steel masing-masing perkiraan mendapatkan penilaian porsi rights issue sekitar Rp 4,4 triliun dan Rp 1,8 triliun. Adapun skema pembiayaan masing-masing diperkirakan Rp 1.5 triliun (PNM) dan Rp 2.25 triliun (PNM). (sak)