Dari Buruh Pabrik, Amelia Lulus Terbaik
PERISTIWA PROFIL

Dari Buruh Pabrik, Amelia Lulus Terbaik

“Jika saya diberi kesempatan Allah untuk kuliah, saya berjanji tidak akan lulus hanya sekedar lulus,” janji Amelia Tri Mawarni kepada ibunya. Kini dengan lulus ber-IPK 3,88 Lia memenuhi janjinya karena dinyatakan sebagai wisudawan terbaik S1 FISIP Unair.

Bagi Lia -panggilan akrabnya, awalnya tak pernah terbayangkan bisa kuliah di kampus terbaik ini. Kondisi ekonomi yang melingkupi orangtuanya, membuat Lia selepas lulus SMA menjadi buruh pabrik di Mojokerto.

Bagi perempuan 17 tahun saat itu, bukan hal mudah untuk melewatinya. Sempat berhenti sekolah dua tahun, semangat besarnya akhirnya menemukan jalan terbaik, ayahnya sembuh total dari sakit. Dari sana Amelia membangun kembali mimpi-mimpinya, bertekad bisa kuliah.

Manjadi mahasiswa Prodi Ilmu Informasi dan Perpustakaan (IIP) FISIP Unair, seperti dirilis Humas Unair, dirasanya membuat ia tersesat di tempat yang tepat. Awalnya kurang mengerti dan tak paham dengan jurusan yang diambilnya, justru mengantarnya menemukan passionnya.

Ilmu-ilmu yang dipelajarinya memberikan banyak pengetahuan dan Amelia dapat senjata ampuh dalam memutus rantai kemiskinan. “Dengan membaca dan belajar, saya sangat berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang harus menjalani pekerjaan berat seperti pernah saya alami,” tegas Lia. Ia saat itu mendapat bantuan pendidikan Bidikmisi untuk selama studinya.

Diluar kuliah Amelia juga aktif dalam beragam kegiatan dan tetap menorehkan prestasi. Amelia berhasil mendirikan Taman Bacaan Masyarakat “POCER” di Desa Janti, Kec Papar, Kab Kediri, tempat tinggalnya.

Tekadnya serius menebarkan semangat membaca, meski tidak sedikit yang dulu meremehkannya. Saat ini Amelia bangga bahwa ia telah menjadi seseorang yang lebih dari sebelumnya. Perjuangan kedua orangtua adalah dorongan utama Amelia berjuang dan terus menebarkan manfaat.

“Apapun akan saya lakukan untuk membuat bapak/ibu bahagia. Saya kuliah untuk beliau dan menjadi wisudawan terbaik ini pun untuk bapak dan ibu,” tutur Amelia. (sak/ist)