Dari Tiongkok Investasi 100 Juta Dolar USD
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Dari Tiongkok Investasi 100 Juta Dolar USD

Cukup banyak pelaku industri Tiongkok yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Salah satunya Jiangsu Dongqun Investment Holding Group Co Ltd (Jiangsu DIHG) yang telah menyatakan minatnya membangun industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan nilai investasi 100 juta dolar USD.

“Kami tentunya menyambut baik minat Jiangsu DIHG itu. Kami juga telah menyampaikan beberapa opsi lokasi investasi seperti di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah mengingat di sana masih luas lahannya dan tenaga kerjanya yang tersedia cukup terampil,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (7/9).

Hal tersebtu bagian dari hasil kunjungan kerja mendampingi Presiden Joko Widodo ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) beberapa hari lalu pada cara KTT G-20 di Hangzhou.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen Jiangsu DIHG di Shanghai. Menperin didampingi Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Harjanto serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

“Kami meminta mereka dapat melakukan kerjasama dengan local partner,” ujar Airlangga. Sementara pihak Jiangsu DIHG sempat menanyakan tentang insentif investasi serta ketersediaan energi bagi industri TPT.

Menperin menjelaskan, pemerintah Indonesia telah melakukan deregulasi kebijakan ekonomi untuk mengurangi aturan yang dapat menghambat perkembangan industri dan bisnis di Indonesia. Hingga saat ini, sebanyak 13 paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan.

Jiangsu DIHG yang ingin berinvestasi, China Railway Construction Corporation (CRCC) juga sepakat menyusun mekanisme kerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk meningkatkan SDM dan daya saing industri kedua negara dalam waktu dekat. CRCC merupakan industri yang bergerak di sektor manufaktur serta jasa konstruksi kereta cepat, jembatan, terowongan dan proyek-proyek infrastruktur lainnya.

Perkembangan Investasi Tiongkok

Sementara itu, Harjanto menyampaikan investasi merupakan salah satu instrumen yang berkontribusi sangat besar pada perekonomian nasional. Pada kuartal II tahun 2016, realisasi investasi asing mencapai 8,01 miliar USD atau meningkat 49,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

“Tiongkok telah berkomitmen pada 271 proyek investasi di Indonesia dengan total nilai sebesar 925 juta dolar USD yang kontribusi utamanya dari sektor industri baja, permesinan, elektronik, makanan, semen dan beberapa industri strategis lainnya,” katanya.

Harjanto mengatakan, dengan terus meningkatnya investasi Tiongkok di Indonesia, diharapkan akan membawa efek positif bagi perekonomian nasional, bahkan bagi peningkatan daya saing industri dalam negeri.

Beberapa investasi Tiongkok di Indonesia yang sudah berjalan antara lain PT Sulawesi Mining Investment yang bergerak pada bidang pertambangan nikel dengan kapasitas 300.00 ton per tahun.

Nilai invetasinya sebesar 636 juta dolar USD di Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. PT Sulawesi Mining Investment merupakan smelter nikel pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Arc Furnace Rotary Kiln.

Selanjutnya ada PT Virtue dragon Nickel Industry yang bergerak di bidang pengolahan ferronikel di Konawe, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi sebesar 5 miliar dolar USD dengan kapasitas 600.000 ton per tahun.

Ada juga Anhui Conch Cement Company yang bergerak di bidang industri semen dengan total investasi sebesar 5,7 miliar dolar USD dan kapasitas produksi sebesar 20 juta ton per tahun.

Di Indonesia, Anhui Conch Group akan membangun lima integrated plant dan satu grinding plant di Kalimantan Selatan, Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.

Pada acara Indonesia Business Forum di Shanghai, Menperin Airlangga menawarkan empat kawasan industri di Indonesia yang telah siap bekerjasama dengan investor asing.

Keempat kawasan industri tersebut yakni Kawasan Industri Dumai Riau, Kawasan Industri Industrial Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik Jatim, Kawasan Industri Kendal Jateng dan Kaltim Industrial Park di Bontang Kaltim.

“Kami juga mengundang para investor Tiongkok untuk memanfaatkan peluang investasi di Indonesia seperti industri hilir mineral, gasifikasi batubara dan petrokimia, industri berbasis agro, galangan kapal serta komponen otomotif,” sebut Airlangga. (sak)