Dendeng Blang Aceh Bangkit Lagi
KOMUNITAS PERISTIWA

Dendeng Blang Aceh Bangkit Lagi

Jika bepergian ke Aceh, jangan lewatkan membeli dendeng khas Aceh yang gurih dan manis. Salah satu usaha yang membuat dendeng itu adalah usaha Blang Rakal di Jl Teuku M Daudsyah No 118, Banda Aceh.

Usaha tersebut sebenarnya sudah berdiri ada sejak 20 tahun terakhir. Namun, baru beberapa tahun terakhir ada jenis lain seperti dendeng bakso, kopi dan emping.

Usai tsunami, Zunimar Umar, pemilik Blang Rangkal, sempat mengalihkan produksinya ke rumahnya. Setahun berselang, akhirnya usaha ini menunjukkan kemajuan hingga akhirnya bisa punya tempat usaha baru. Mereka pindah ke Jl Teuku M Daudsyah tersebut yang kini menjadi tempat produksi sekaligus pemasaran.

Usaha Blang Rakal adalah salah satu yang mendapatkan bantuan kemitraan dari Pertamina senilai Rp 30 juta pada tahap pertama. Setelah maju dan berhasil, Pertamina membantu lagi Rp 50 juta pada tahap kedua pada 2004.

Manajer Blang Rakal, Nurmansyah menerangkan dendeng buatannya berbahan baku daging impor dari Australia. Hal itu untuk menjaga kualitas dendeng Blang Rakal dan daging impor yang teksturnya lebih baik saat dipotong menjadi dendeng.

“Dalam sekali produksi dendeng, jumlahnya bisa mencapai 30 kilogram daging. Dalam sebulan, rata-rata kami memproduksi 2 hingga 3 kali,” tuturnya di toko tersebut baru-baru ini.

Ia kemudian menceritakan sedikit cara membuat dendengnya. Pertama, daging dipotong tipis dengan mesin, kemudian dibumbui dan didiamkan hingga 24 jam. Setelah itu, daging dijemur. “Jika cuaca bagus, proses pembuatannya sampai jadi dendeng kering yang siap untuk dipak sekitar seminggu,” tuturnya.

Perbedaan dendeng Aceh dengan dendeng Sumbar, menurutnya, misalnya rasanya yang manis. Bumbunya juga identik dengan penggunaan ketumbar yang menjadi wangi khas dendeng tersebut.

Nurmansyah menjual dendeng seberat 250 gram seharga Rp 65 ribu. Sementara itu untuk berat 500 gram harganya Rp 130 ribu.

Sejak tahun 1993-2016, Pertamina sudah menyalurkan dana kemitraan di Aceh hampir Rp 30 miliar kepada 1.818 mitra binaannya. Menurut Area Manager Communication & Relations Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, usaha yang ingin mendapatkan dana kemitraan bisa membuat proposal dan mengajukannya.

“Nantinya Pertamina meninjau langsung kelayakan usaha itu untuk diberikan dana bergulir dengan bunga hanya 6 persen per tahun. Namun, bisa juga Pertamina langsung mendatangi calon mitra untuk diberi bantuan. Tak hanya dana, mitra binaan juga ada yang dibiayai ikut pameran,” tuturnya.

Blang Rakal, salah satu mitra binaan Pertamina saat ini memiliki 16 pekerja untuk mengembangkan jenis usaha dengan menambah variasi produk menu. “Ir Zunnizam Umar, pemilik usaha Blang Rakal juga telah mengikuti pelatihan mitra unggulan di Jakarta pada Juni lalu serta mengisi stan di Pameran Jaringan Kota Pusaka Aceh pada Mei 2016,” tambah Erika. (sak)