Dipuji, Pos Indonesia Angkat 6.000 Pegawai
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Dipuji, Pos Indonesia Angkat 6.000 Pegawai

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf mengajak Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) memperkuat organisasi dan solidaritas. Karena penguatan solidaritas antar pekerja mampu membentuk organisasi modern dan bisa mensejahterakan anggotanya,

“Soliditas dan solidaritas dalam organisasi itu harus dibangun agar mampu menyuarakan kepentingan karyawan ke manajemen. Yang terpenting usahakan setiap pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mufakat,” pesan Gus Ipul-panggilan karabnya– saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke V SPPI di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (5/12).

Dikatakan, karyawan harus selalu menjaga hubungan baik dengan perusahaan. Hubungan antara karyawan dan perusahaan diibaratkan simbiosis mutualisme. Karyawan bisa bekerja karena ada perusahaan.

Sebaliknya, karyawan merupakan aset perusahaan. Dengan begitu, segala permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan secara internal dan tidak sampai turun ke jalan (demo).

“Salah satu indikator kesuksesan sebuah perusahaan yakni ketika terjadi masalah dengan karyawan tidak sampai tumpah ke jalan atau aksi demo,” tukasnya memberi solusi.

Jika sampai terjadi demo, katanya, akan merugikan banyak pihak dan menghabiskan energi. Baik bagi buruh sendiri, perusahaan, pemerintah maupun Polisi. Pemerintah sering kali menerima demo buruh yang merasa diperlakukan tidak adil oleh perusahaan.

Hal ini menunjukkan perusahaan gagal membina karyawan. “Karena hubungan baik antara karyawan dan perusahaan adalah sesuatu yang mutlak dan utama,” imbuhnya.

Harapannya, PT Pos Indonesia bisa menjadi backbone logistik nasional dan segera berbenah untuk bisa mewujudkannya. Kemajuan teknologi saat ini harus bisa membuat perubahan paradigma. Sehingga bisa melayani kebutuhan masyarakat modern.

“Semoga melalui Munas ini mampu membawa ide-ide terbaru untuk memajukan perusahaan. Karena jika perusahaan makin maju kesejahteraan karyawan otomatis meningkat,” jelasnya.

Selain itu, Gus Ipul juga meminta agar serikat pekerja mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas anggotanya melalui pelatihan ketrampilan. Menurutnya, buruh tidak bisa menuntut kesejahteraan jika tidak meningkatkan keterampilannya.

“Kita berharap hal ini bisa disadari betul oleh serikat pekerja, serikat buruh. Organisasi itu bisa bekerja dengan baik kalau kondisinya seperti itu serta pemimpinnya juga sehat,” terangnya.

Mantan ketua umum GP Ansor ini mengapresiasi PT Pos Indonesia karena mengangkat 6.000 karyawannya, meski berstatus perusahaan pemerintah. Disisi lainnya, banyak perusahaan yang justru memutuskan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

“Ada banyak karyawan memutuskan PHK tetapi justru PT Pos mengangkat ribuan karyaannya. Ini yang menginpirasi kami,” puji Gus Ipul yang disambut tepuk tangan seluruh anggota serikat buruh.

Sementara Ketua Umum Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) Jaya Sentosa mengatakan, terus memperjuangkan separuh dari total PT Pos yang untuk diangkat sebagai pegawai tetap, menyusul 6 ribu orang yang sudah memiliki status jelas. “Terserah nantinya, statusnya seperti apa. PNS ataupun seperti layaknya sekelas di PNS monggo saja. Asalkan ada kenaikan status,” katanya dengan wajah sumringah. (yul)