Diskon Pajak 50 Persen bagi Industri Pioner
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Diskon Pajak 50 Persen bagi Industri Pioner

Dengan pertimbangan untuk meningkatkan kelancaran pelaksanaan pemberian fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan badan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan melakukan perubahan mengenai pemberian fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan badan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 159/PMK.010/2015 dengan PMK Nomor: 103/PMK.010/2016.

Dalam PMK Nomor: 103/PMK.010/2016 yang ditandatangani Menkeu Bambang Brodjonegoro pada 27 Juni lalu itu disebutkan, Wajib Pajak yang dapat diberikan fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan badan adalah yang memenuhi kriteria di antaranya:

Merupakan Wajib Pajak baru, merupakan industri pionir, mempunyai rencana penanaman modal baru yang telah mendapat pengesahan dari instansi berwenang paling sedikit sebesar Rp 1 triliun.

Juga yang sudah menyampaikan surat pernyataan kesanggupan menempatkan dana di perbankan di Indonesia paling sedikit 10 persen dari total rencana penanaman modal dan harus berstatus sebagai badan hukum Indonesia yang pengesahannya ditetapkan sejak atau setelah tanggal 15 Agustus 2011.

“Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal Wajib Pajak badan yang dimiliki langsung pemerintah pusat dan daerah atau yang kepemilikannya terdiri atas saham yang terdaftar pada bursa efek Indonesia,” demikian bunyi Pasal 4 ayat (3) PMK tersebut.

Mengenai industri pionir yang dimaksud adalah industri logam hulu, industri pengilangan minyak bumi atau industri dan infrastruktur pengilangan minyak bumi, industri kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi dan gas alam. Juga industri permesinan yang menghasilkan mesin industri, industri pengolahan berbasis pertanian, kehutanan, dan perikanan, industri telekomunikasi, informasi dan komunikasi serta industri tranportasi kelautan.

Menurut PMK, batasan nilai rencana penanaman modal baru dapat diturunkan menjadi Rp 500 miliar untuk industri pionir telekomunikasi, informasi dan komunikasi. “Besaran pengurangan Pajak Penghasilan badan diberikan paling banyak 50 persen untuk industri pionir dengan nilai rencana penanaman modal baru paling sedikit Rp 500 miliar.”

Fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan badan dapat dimanfaatkan Wajib Pajak sepanjang memenuhi persyaratan bahwa telah berproduksi secara komersial, saat mulai berproduksi secara komersial, Wajib Pajak telah merealisasikan nilai penanaman modal paling sedikit sebesar rencana penanaman modalnya, dan bidang usaha penanaman modal sesuai dengan rencana bidang usaha penanaman modal dan termasuk dalam cakupan industri pionir. (sak)