Dispendukcapil Warning e-KTP Palsu
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Dispendukcapil Warning e-KTP Palsu

Pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya melakukan pencegahan maraknya peredaran elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) palsu di masyarakat.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan pihaknya sudah memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari semua perekaman e-KTP yang telah dilakukan.

“NIK yang didapat dari perekaman hingga pembuatan e-KTP dan atau dari KSK warga Surabaya sudah kami berikan kepada instansi lain yang berwenang. Karena e-KTP itu digunakan untuk semua hal mulai ngurus IMB, perbankan bahkan pembuatan SIM dan paspor,” kata Suharto Wardoyo kepada wartawan di ruang humas Pemerintah Kota Surabaya, Senin (29/8).

Instansi yang dimaksud Suharto Wardoyo adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) baik kesehatan maupun ketenagakerjaan, pihak kepolisian dan Imigrasi. Ia meneruskan, awal bulan Oktober, perekaman e-KTP di Surabaya akan dinyatakan selesai.

“Kalau ingin asli sebaiknya mengurus di kecamatan atau kantor Dispendukcapil di gedung eks Siola Jl Tunjungan. Pembuatan e-KTP itu gratis sedangkan kalau membuat KTP palsu kan bayar,” ujarnya.

Suharto juga meminta kepada warga yang sudah memiliki e-KTP untuk melihat keasliannya dengan jalan mengeceknya di kantor pemerintahan baik kecamatan atau di pihaknya yang tersedia card reader khusus e-KTP.

Bila ditempelkan di card reader, e-KTP terbaca di komputer maka dinyatakan asli dan bukan palsu. Sayangnya, pengadaan card reader sendiri oleh Pemerintah Kota Surabaya belum kesemuanya.

Menurutnya card reader pengadaannya tidak semudah yang dibayangkan. “Kami lebih konsen dulu menuntaskan perekaman E-KTP yang harus selesai pada 30 September,” tandasnya. (sak)