Dokter Gigi Siap Pecahkan Rekor MURI
KESEHATAN PERISTIWA

Dokter Gigi Siap Pecahkan Rekor MURI

Berdasarkan laporan riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013, 53 persen penduduk Indonesia di atas usia 12 tahun mengalami karies pada gigi (gigi berlubang). Angka meningkat dibandingkan 2007 yang berada pada angka 43 persen. Padahal, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan penduduk Indonesia bebas karies 2030.

Untuk mencapai target itu, tenaga medis tak tinggal diam. Anggota Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IKDGAI) Pengurus Daerah Jatim bekerjasama dengan pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) akan menyelenggarakan acara pengabdian masyarakat yang diikuti ribuan siswa sekolah dasar (SD).

Tepatnya, sekitar 2.000 siswa SD di Kota Batu akan diajak berpartisipasi mencegah karies pada gigi. Rencananya, acara bertajuk ‘Jambore Nasional Pengabdian Masyarakat: Gigi Sehat Senyum Ceria Anak Indonesia’ diselenggarakan 28–29 Oktober 2016. Acara dilaksanakan di halaman Balai Kota Pemerintah Kota Batu, bertepatan dengan momentum selebrasi Hari Jadi Kota Batu ke-15.

Menurut Ketua Jambore Nasional Dr Sindy Cornelia Nelwan drg SpKGA (K) acara ini merupakan tindakan preventif yang dilakukan para dokter gigi anak untuk mencegah karies pada gigi. Tujuannya, membangkitkan masyarakat untuk mencegah gigi agar tidak berlubang.

“Kita ingin menggaungkan pencegahan karies gigi. Kita tidak bisa kalau hanya sekadar leaflet. Kita harus bergerak langsung. Kalau mau kontinyu, ini dilakukan tenaga medis. Kita ingin membuat event yang akbar supaya gaungnya terdengar dulu agar nanti di follow up oleh pemerintah,” tutur Sindy seperti dirilis PIH Unair.

Acara ini melibatkan para dokter gigi se-Indonesia. Sekitar 200 dokter gigi dan dokter gigi anak yang tergabung dalam IKDGAI dan PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) akan memberikan pelayanan medis terhadap dua ribu siswa kelas empat sampai enam SD.

Acara terdiri empat kegiatan. Pertama, penyuluhan kesehatan gigi anak. Kedua, sikat gigi bersama. Ketiga, pemeriksaan kesehatan gigi anak. Keempat, pemberian topikal aplikasi fluor.

Topikal aplikasi fluor adalah pengulasan zat yang mengandung fluor pada seluruh permukaan gigi. Sindy menjelaskan, gigi anak-anak diolesi dengan bahan cair seperti kuteks.

“Gigi pada anak-anak diolesi dengan bahan seperti kuteks tapi dia bersatu dan diserap oleh gigi sehingga zat tersebut bisa melindungi gigi agar gigi lebih kuat dan tidak berlubang,” tutur dosen Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak FKG Unair.

Acara jambore nasional ini juga sudah didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) oleh pihak panitia. Sindy menjelaskan, acara pencegahan karies terutama dengan massa sebanyak itu, belum pernah dilakukan sebelumnya. (sak)