Dosen ITS Raih Emas di Jepang
PERISTIWA TEKNOLOGI

Dosen ITS Raih Emas di Jepang

Sekali lagi, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih penghargaan tingkat internasional. Kali ini Dr Eng Januarti Jaya Ekaputri ST MT, dosen jurusan Teknik Sipil ITS yang selama beberapa pekan terakhir ini mempresentasikan inovasinya pada Japan Design & Invention Expo 2016 di Jepang, akhir Agustus lalu.

Berkat inovasinya itu, Januarti meraih penghargaan emas pada event yang diselenggarakan World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) tersebut.

Dengan bendera Indonesia di tangan kanannya, dan sertifikat medali emas di tangan kirinya, Januarti menampakkan kebanggaannya telah merebut emas pada eksibisi internasional tersebut. Ia berhasil mewakili ITS dan Indonesia dalam membuat inovasi di bidang industri sipil.

“Ini bukan sebuah kompetisi, tapi lebih tepatnya sebuah penghargaan dari inovasi yang kami usulkan,” kata perempuan yang akrab disapa Yani ini.

Ia memaparkan terobosan manfaat limbah batu bara tersebut. Dalam paper-nya, limbah batu bara dapat disulap menjadi salah satu bahan dalam membuat paving non-portland cement.

Penelitian Geopav Non-Portland Paving Block, yakni paving dari bahan limbah batu bara ini telah dipatenkan, dan patennya dipegang oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD.

Dalam kasus ini, Yani telah mengalahkan ratusan peserta lain dari berbagai negara di seluruh dunia yang telah diseleksi. Antara lain berasal dari Rumania, Inggris, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Korea, Polandia, Tiongkok dan masih banyak lagi.

“Mengadakan event di Tokyo itu mahal, jadi kami harus melewati seleksi administrasi terlebih dahulu,” ujar perempuan kelahiran Papua, 12 Januari 1974 ini.

Hasilnya, Tiongkok menjadi negara yang memegang nilai tertinggi pada expo ini. Acara Japan Design & Invention Expo ini diikuti pelajar tingkat SMP hingga umum dari seluruh dunia.

“Ini suatu kebanggaan tersendiri bias mewakili Indonesia di ajang bergengsi ini, hingga meraih penghargaan emas,” tutur perempuan berjilbab ini. (sak/foto humas its)