Ekonomi Dunia Geser ke Negara Berkembang
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Ekonomi Dunia Geser ke Negara Berkembang

Kondisi perekonomian negara-negara kini mulai menurun. Hal ini menunjukan ekonomi dunia mulai bergeser dari negara maju ke negara berkembang. Negara berkembang itu salah satunya adalah Indonesia dengan pertumbuhan 5,18 persen pada triwulan II-2016. Indonesia menjadi negara nomor tiga dan empat yang pertumbuhan ekonominya mencapai 5 persen.

“Dengan pertumbuhan 5 persen seharusnya tidak menuntut lebih tinggi lagi. Sebab jika menuntut lebih tinggi maka akan ada kecenderungan meningkatnya impor yang akan diikuti dengan melemahnya nilai tukar rupiah karena penguatan ekspor belum signifikan,” kata Sekretaris Umum ISEI Pusat Aviliani dalam Pidato pada Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jatim 2016-2019 di kantor Bank Jatim di Surabaya, Kamis (11/8).

Dengan begitu diperlukan daerah-daerah yang tidak perlu lagi berbicara tentang ekonomi secara umum tetapi bagaimana menyikapi ekspor impor secara lokal. Salah satunya Jawa Timur dimana daerah sudah lebih baik kondisi ekspor dan impornya. “Nasional tidak ada apa-apanya kalau daerah tidak memikirkan ekspor-impornya hanya cenderung melihat APBD-nya saja,” katanya.

Menurut Aviliani, Jawa Timur sudah luar biasa karena melakukan hal tersebut, bahkan kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga cukup baik pula. Ini bisa dilihat inflasi di Jatim yang terkendali cukup baik.

Adanya TPID karena mendapat dukungan dari kepala daerah dengan memasukan biaya dan mendistribusikan kebutuhan pangan sampai ke daerah-daerah inilah yang terkendalinya inflasi. Diharapkan yang dilakukan Jawa Timur bisa diadopsi oleh kepala daerah lain di Indonesia.

Dikatakannya, soal kemiskinan perlu dibicarakan dan disikapi tidak hanya oleh kepala daerah tapi juga anggota ISEI, dan para ekonom yang bisa mempunyai kontribusi dapat menurunkan angkanya. Banyak cara yang dilakukan, misalnya bekerjasama dengan pemerintah daerah dengan membina mereka agar bisa mandiri seperti menjadi wirausaha.

Kontribusi tersebut akan menjadi besar karena adanya perguruan tinggi seperti di Jatim yang jumlahnya cukup banyak dan seharusnya bisa berkontribusi terhadap penurunnya kemiskinan.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya Koordinator Jatim 2016-2019, Eko Purwanto, mengatakan pergantian pengurus ISEI Surabaya merupakan aktifitas rutin yang dilakukan setiap tiga tahun sekali dalam satu periode.

Pergantian kepengurusan tersebut salah satu tujuan utamanya adalah regenerasi dan penyegaran organisasi yang diharapkan berdampak pada peningkatan kontribusi organisasi dalam upaya pengembangan ekonomi khususnya di Jawa Timur dan Surabaya. (sak)