Festival Krakatau 2016 Hingga 28 Agustus
JALAN-JALAN PERISTIWA

Festival Krakatau 2016 Hingga 28 Agustus

Inilah event pariwisata terbesar di Lampung, Festival Krakatau 2016. Berlangsung di Bandar Lampung dan beberapa wilayah seperti Pesawaran Lampung Selatan dan Kepulauan Gunung Berapi Krakatu, mulai 21 hingga 28 Agustus 2016.

Kegiatan di dua lokasi itu disupport Kementerian Pariwisata yang bertujuan untuk mempromosikan atraksi, daya tarik wisata unggulan dan seni budaya Lampung, serta menciptakan peluang bisnis bagi para pelaku pariwisata. “Temanya, Lampung The Treasure of Sumatra,” ujar Ukus Kuswara, Sekretaris Kementerian Pariwisata.

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat, awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa.

Sampai sebelum 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

“Kami mendukung penyelenggaraan Festival Krakatau 2016. Even ini akan menjadi ajang pengenalan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Lampung kepada masyarakat serta memberikan rasa bangga bagi warga setempat bahwa daerahnya memiliki daya tarik wisata yang juga menjadi keunikan dan identitas daerahnya,” ujar Ukus Kuswara.

Menurut Ukus, Gunung Krakatau merupakan ikon pariwisata Provinsi Lampung yang telah dikenal dunia. Festival Krakatau menjadi wahana dan ajang puncak kreativitas serta penghargaan terhadap seniman, budayawan, dan masyarakat Lampung, dalam rangka pengembangan dan peningkatan kebudayaan Lampung, maka kekayaan Lampung tersebut layak disuguhkan dalam gelaran festival.

Gubernur Lampung, Ridho Ficardo menambahkan, Festival Krakatau merupakan agenda pariwisata tahunan Provinsi Lampung yang sudah berlangsung sejak 1991. Tujuannya, promosi pariwisata dan budaya serta memperingati peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

“Event ini merupakan Event Kepariwisataan Nasional yang mempunyai sejarah panjang, menginjak tahun ke-25 akan menjadi momentum melakukan perubahan pengemasan sebuah festival, agar seiring dengan dinamisasi dan perkembangan kepariwisataan Lampung,” katanya.

Melalui event ini, sekaligus mempromosikan berbagai lokasi wisata di Lampung. Ada Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, Gunung Krakatau, Air Terjun Putri Malu, Taman Nasional Way Kambas, dan banyak lagi. Masing-masing lokasi memiliki keunikannya sendiri.

Misalnya Teluk Kiluan terletak di Pekon Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Teluk Kiluan menawarkan pengalaman melihat lumba-lumba langsung di habitatnya serta Air terjun putri malu ini terletak di wilayah Way Kanan. Air Terjun Putri Malu adalah salah satu tempat wisata di Lampung yang belum banyak dikenal.

Kegiatan Festival Krakatau 2016 meliputi Jelajah Pasar Seni; Jelajah Layang-layang; Jelajah Rasa (Festival Kuliner); Jelajah Krakatau; Jelajah Semarak Budaya (Lampung Culture & Tapis Carnival), serta Investor Summit (Gala Dinner). Setiap kegiatan akan diadakan di sejumlah lokasi berbeda sesuai dengan kebutuhan dan acara. (sak)